KCIC Bangun Dua Akses Baru ke Stasiun Whoosh Karawang, Pangkas Waktu Perjalanan

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengembangkan dua akses jalan baru menuju Stasiun Whoosh Karawang.(Dok.KCIC).**

SATUMEDIA.ID – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengembangkan dua akses jalan baru menuju Stasiun Whoosh Karawang. Kedua jalur tersebut menghubungkan stasiun dengan kawasan Trans Heksa Karawang dan Deltamas untuk mempermudah mobilitas masyarakat dari kawasan industri, bisnis, hingga permukiman.

Pembangunan akses tersebut diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan menuju stasiun sekaligus memperluas jangkauan layanan kereta cepat Whoosh bagi masyarakat di Karawang dan sekitarnya.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, pembangunan kedua akses itu merupakan bagian dari upaya meningkatkan keterhubungan Stasiun Karawang dengan kawasan-kawasan yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi.

Menurut Eva, peningkatan aksesibilitas diperlukan agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan perjalanan untuk menuju maupun meninggalkan stasiun.

“KCIC terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pengembang kawasan untuk menghadirkan akses yang lebih mudah bagi calon penumpang. Dengan begitu, masyarakat dari kawasan industri dan permukiman sekitar dapat memanfaatkan layanan Whoosh dengan lebih praktis,” kata Eva dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).

Akses pertama dibangun melalui kawasan Trans Heksa Karawang dengan panjang sekitar 1,6 kilometer.

Jalur ini disiapkan sebagai alternatif dari jalan yang selama ini digunakan, yang relatif sempit dan belum memadai untuk dilalui kendaraan berukuran besar.

Dengan akses baru tersebut, perjalanan menuju Stasiun Karawang diharapkan menjadi lebih nyaman dan efisien. Keberadaan jalur ini juga ditujukan untuk menunjang aktivitas pekerja serta pelaku usaha di kawasan industri sekitar.

Sementara itu, akses kedua menghubungkan kawasan Deltamas dan Stasiun Karawang melalui Jembatan Cibeet. Jalur sepanjang sekitar 3 kilometer ini dirancang untuk mempermudah perjalanan masyarakat dari kawasan industri, pusat bisnis, dan permukiman di Kabupaten Bekasi.

Selama ini, masyarakat dari Deltamas dan wilayah sekitarnya harus menempuh jalur memutar melalui Exit Tol Karawang Barat untuk mencapai stasiun karena belum tersedia akses jalan raya langsung.

Kehadiran jalur melalui Jembatan Cibeet diharapkan dapat menjadi alternatif perjalanan yang lebih singkat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat konektivitas antara kawasan Deltamas dan layanan kereta cepat.

KCIC mencatat, Stasiun Whoosh Karawang melayani sekitar 258.000 penumpang, baik keberangkatan maupun kedatangan, sepanjang Januari hingga September 2026.

Jumlah tersebut setara dengan rata-rata sekitar 1.000 penumpang per hari. Pengguna Whoosh dari Stasiun Karawang memiliki beragam kebutuhan perjalanan, mulai dari pekerja dan pelaku usaha yang melakukan perjalanan bisnis hingga wisatawan yang bepergian ke Jakarta maupun Bandung.

Whoosh juga menawarkan waktu tempuh sekitar 15 menit dari Stasiun Halim menuju Stasiun Karawang, dengan jadwal perjalanan yang tersedia setiap satu jam.

Eva berharap, peningkatan konektivitas jalan dapat membuat masyarakat semakin mudah menjangkau stasiun dan mendorong pertumbuhan jumlah penumpang.

“Dengan akses yang semakin baik, kami berharap layanan Stasiun Karawang dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dari kawasan industri maupun permukiman yang terus berkembang. Penguatan aksesibilitas akan terus didorong agar manfaat Whoosh bagi mobilitas masyarakat semakin luas dan pertumbuhan penumpang dapat berlangsung secara berkelanjutan,” ujar Eva.*

Pos terkait