SATUMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menargetkan tingkat kemantapan jalan kabupaten meningkat menjadi 90,13 persen pada 2027. Target tersebut dikejar melalui rekonstruksi, rehabilitasi, dan pemeliharaan jalan di sejumlah titik prioritas.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan, peningkatan kemantapan jalan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Peningkatan kualitas jalan dan jembatan menjadi bagian penting dari pembangunan Bandung Barat. Kami ingin akses masyarakat semakin baik, mobilitas lebih lancar, dan kegiatan perekonomian di setiap wilayah bisa berkembang,” ujar Jeje dalam audiensi dan pemaparan evaluasi infrastruktur jalan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infrawil) Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Diterima Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infrawil), Romi Firman.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Bandung Barat memaparkan hasil evaluasi terhadap 152 ruas jalan kabupaten dengan total panjang 648,06 kilometer serta 181 unit jembatan.
Berdasarkan evaluasi itu, tingkat kemantapan jalan di Bandung Barat pada 2026 mencapai 82,26 persen. Dengan capaian tersebut, masih terdapat sejumlah ruas jalan yang membutuhkan penanganan karena mengalami kerusakan ringan hingga berat.
Jeje menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong perbaikan infrastruktur agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara merata.
“Target kemantapan jalan sebesar 90,13 persen pada 2027 harus menjadi dorongan bagi kami untuk mempercepat penanganan ruas-ruas yang kondisinya belum optimal. Pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan kebutuhan di lapangan,” katanya.
Andalkan Rekonstruksi dan Rehabilitasi Jalan
Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Bandung Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) menyiapkan sejumlah program penanganan infrastruktur.
Langkah yang disiapkan meliputi rekonstruksi jalan beton, rehabilitasi jalan aspal atau hotmix, serta pemeliharaan rutin untuk menjaga kondisi jalan tetap baik dan mencegah kerusakan semakin parah.
Menurut Jeje, penanganan jalan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mendukung peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap berbagai layanan publik.
“Infrastruktur jalan yang memadai sangat dibutuhkan masyarakat, baik untuk menunjang aktivitas sehari-hari, memperlancar distribusi barang, maupun membuka akses menuju pusat-pusat pelayanan. Karena itu, peningkatan kemantapan jalan harus terus kami upayakan,” ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, Jeje didampingi Kepala Dinas PUTR Anni Roslianti, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Moch. Lukmanul Hakim, serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Toni Prihantoro.
Pemkab Bandung Barat juga berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat penanganan ruas-ruas jalan strategis yang membutuhkan pembiayaan dan koordinasi lintas pemerintahan.
“Sinergi dengan pemerintah pusat diperlukan agar penanganan infrastruktur bisa berjalan lebih optimal. Harapannya, kualitas jalan semakin baik, konektivitas antarwilayah meningkat, dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” kata Jeje.
Melalui berbagai program tersebut, Pemkab Bandung Barat berharap target kemantapan jalan 90,13 persen pada 2027 dapat tercapai sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.*





