SATUMEDIA.ID – Sebanyak 192 sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menerima bantuan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan total anggaran mencapai sekitar Rp 137 miliar.
Bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kelayakan fasilitas pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi siswa.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menghadiri Open House Sekolah Hasil Revitalisasi dan Penerima PID (Digitalisasi Pembelajaran) serta Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di SMPN 2 Cicalengka, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan itu digelar sebagai bagian dari publikasi program prioritas pendidikan tahun 2026.
Salah satu sekolah yang mendapatkan revitalisasi adalah SMPN 2 Cicalengka. Pekerjaan yang dilakukan mencakup perbaikan tujuh ruang belajar, pembangunan dua ruang kelas baru, serta penyediaan tujuh pintu toilet.
Dadang yang akrab dipanggil KDS mengatakan, bantuan revitalisasi harus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan, bukan sekadar memperbaiki kondisi bangunan sekolah.
“Revitalisasi sekolah harus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Fasilitas yang sudah diperbaiki perlu dijaga dan dirawat agar bisa digunakan dalam jangka panjang,” ujar KDS.
Menurut dia, penyediaan sarana pendidikan yang memadai juga perlu diimbangi dengan penciptaan lingkungan sekolah yang aman bagi peserta didik.
“Sekolah tidak hanya harus nyaman untuk belajar, tetapi juga harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak. Karena itu, pencegahan perundungan atau bullying perlu menjadi perhatian bersama,” kata KDS.
Selain pembenahan infrastruktur, Pemkab Bandung juga mendorong pemanfaatan teknologi melalui digitalisasi pembelajaran. Langkah tersebut diharapkan membuat proses belajar mengajar lebih interaktif dan membantu siswa memahami materi secara lebih efektif.
Ia menilai, penggunaan teknologi di lingkungan pendidikan perlu disertai kemampuan untuk menyaring informasi yang beredar.
“Teknologi harus dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran. Guru dan siswa juga perlu membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi serta menggunakan sumber yang tepercaya,” tuturnya.
Melalui revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran, pemerintah berharap peningkatan fasilitas pendidikan dapat berjalan beriringan dengan penguatan kualitas pembelajaran.
Dengan demikian, sekolah di Kabupaten Bandung diharapkan mampu menyediakan lingkungan pendidikan yang layak, aman, dan mendukung pengembangan potensi peserta didik.*





