Kemeriahan Karnaval HUT ke-79 RI di Lembang Lumpuhkan Lalu Lintas

Karnaval memeriahkan HUT ke-79 RI memenuhi Jalan Raya Lembang, KBB pada Rabu (14/8/2024).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Puluhan ribu orang tumpah ruah memenuhi Jalan Raya Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Rabu (14/8/2024) siang.

Mereka rela berpanas-panasan hanya untuk menyaksikan karnaval yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-79 RI. Pesta rakyat ini berlangsung meriah. Sorak-sorai warga terasa di sepanjang jalan yang dilintasi peserta karnaval.

Karnaval melibatkan belasan ribu peserta ini berasal dari instansi pemerintahan, sekolah dan masyarakat dari 16 desa di Kecamatan Lembang menampilkan sejumlah atraksi budaya dan kendaraan hias. Karnaval yang digelar sejak pukul 12.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 16.00 WIB

Panitia karnaval, Komarudin mengatakan, titik start karnaval di mulia dari Borma Lembang menelusuri Jalan Raya Lembang hingga finish di Alun-alun Lembang.

Praktis selama karnaval berlangsung, arus lalu lintas sempat ditutup sementara. Akibatnya lalu lintas sempat mengalami kemacetan panjang.

“Karnaval tahun ini dlebih meriah dari tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari antusiasnya peserta yang mengikuti arak-arakan karnaval. Kami mencatat kurang lebih ada 15 ribu peserta yang ikut karnaval,” ungkapnya.

Padahal, lanjutnya, pihak panitia sudah mencoba melakukan pembatasan namun tingginya animo masyarakat tak bisa ditahan.

“Kalau ditambah dengan masyarakat yang menonton, mungkin jumlahnya bisa mencapai 40 ribu orang lebih,” ungkapnya.

Ia mengatakan, biasanya karnaval diselenggarakan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan. Namun, tahun ini dipercepat tiga hari.

“Tahun ini, tanggal 17 Agustus bertepatan dengan hari Sabtu yang merupakan libur akhir pekan. Ya, kalau dilaksanakannya Sabtu bisa menambah kemacetan lalu lintas,” tukasnya.

Salah satu peserta karnaval yang menyedot perhatian masyarakat adalah replika hewan kaki seribu yang ditampilkan Desa Cikidang. Hewan berkaki seribu itu merupakan ciri khas Desa Cikidang yang diberinama Badingkut.

“Tahun lalu kita juga menampilkan Badingkut dan terpilih menjadi juara. Sekarang kami tampilkan lagi, tentunya ada sedikit perbedaan dengan tahun lalu,” kata Kepala Desa Cikidang, Heri.*

Pos terkait