SATUMEDIA.ID – Panggung Dangdut Academy 8 (DA8) semakin panas! Lima belas peserta terbaik kini harus berjuang ekstra keras untuk mempertahankan posisi mereka di ajang pencarian bakat dangdut bergengsi yang tayang di Indosiar tersebut. Di tengah ketatnya persaingan, ada satu nama yang menarik perhatian masyarakat Jawa Barat, yakni Putri Alexandria atau yang akrab disapa Alexa.
Remaja asal Desa Sukaraja, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, itu berhasil menembus babak Top 15. Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Tatar Galuh, sekaligus membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk bersaing di panggung hiburan nasional.
Perjalanan Alexa menuju babak ini tentu bukan perkara mudah. Ia harus melewati serangkaian audisi dan menunjukkan kemampuan vokalnya di hadapan para juri. Kini, perjuangannya memasuki fase yang semakin menegangkan karena setiap penampilan bisa menentukan nasib peserta di kompetisi tersebut.
Sebelum mencuri perhatian di panggung DA8, Alexa sudah dikenal sebagai penyanyi muda berbakat. Namanya bahkan sempat ramai diperbincangkan di media sosial berkat kemampuan bernyanyinya yang memikat.
Bakat vokal Alexa juga membawanya tampil di sejumlah program televisi nasional. Kemampuan tersebut tak lepas dari proses pembinaan yang dijalaninya secara intensif, termasuk bimbingan dari kakak mendiang penyanyi legendaris Nike Ardilla.
Kesempatan mengikuti Dangdut Academy 8 menjadi langkah besar bagi Alexa untuk mengembangkan bakatnya. Ia memberanikan diri mengikuti audisi langsung di Cirebon dengan membawakan lagu Si Kecil yang dipopulerkan Rita Sugiarto.
Penampilannya sukses menarik perhatian Soimah, Dewi Perssik, dan Wika Salim. Penghayatan lagu serta kontrol vokalnya membuat Alexa mendapatkan tiga suara YES dari para juri.
Tiket emas atau Golden Ticket pun berhasil dikantonginya. Dengan hasil tersebut, Alexa berhak melanjutkan perjuangan ke babak Final Audition.
Keberhasilan itu terasa semakin istimewa karena panggung DA8 bukan sekadar ajang unjuk kemampuan bagi Alexa. Kesempatan tersebut juga menjadi impian yang ingin diwujudkannya untuk sang nenek yang telah membesarkannya.
Keberhasilan Alexa melaju hingga Top 15 mendapat sambutan positif dari masyarakat, termasuk Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Bupati Ciamis, Herdiat, turut menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian penyanyi muda tersebut. Alexa dinilai telah membawa nama daerahnya ke panggung hiburan nasional.
Kini, dukungan dan doa masyarakat menjadi bagian penting dalam perjalanan Alexa. Harapan agar ia terus melangkah hingga babak puncak DA8 pun mengiringi perjuangannya.
Namun, jalan menuju gelar juara masih panjang. Alexa harus menghadapi peserta lain yang juga memiliki kemampuan vokal dan karakter penampilan masing-masing
Dangdut Academy 8 musim kedelapan, yang memulai penayangan audisi pada 22 Juni 2026, kini memasuki salah satu fase paling menentukan.
Sebanyak 15 peserta yang tersisa berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka adalah Diva dari Kuantan Singingi, Ikhwan dari Polewali Mandar, Tazir dari Langkat, Razky dari Pekanbaru, Sahwan dari Sampang, Bhita dari Pangkalpinang, Muarama dari Sijunjung, Kira dari Bandung, Alexa dari Ciamis, Clara dari Langkat, Ari dari Sampang, Azzio dari Deli Serdang, Danil dari Sumenep, Inayah dari Gowa, serta Zhifanna dari Pesisir Selatan.
Para peserta tersebut dibagi ke dalam tiga grup untuk memperebutkan tempat di babak berikutnya. Persaingan pun mulai memakan korban.
Pada babak Top 15 Grup 1, Kira asal Bandung harus mengakhiri perjalanannya. Sementara itu, Zhifanna dari Pesisir Selatan menjadi peserta yang tersenggol dari Grup 2.
Kini, perhatian beralih ke persaingan berikutnya. Setiap academia dituntut tampil maksimal agar tidak menyusul peserta yang lebih dahulu meninggalkan panggung DA8.
Razky Unggul, Perjuangan Peserta Lain Belum Berakhir
Persaingan di babak Top 15 Show juga memperlihatkan ketatnya perebutan dukungan. Dalam penampilan Grup 3 yang berlangsung pada 12 Oktober 2026, Razky berhasil mengumpulkan lima bintang dan memperoleh standing ovation (SO) dari seluruh pemberi penilaian.
Muarama dan Ari menyusul dengan masing-masing empat bintang serta standing ovation dari seluruh penilai. Sementara itu, Diva dan Inayah memperoleh tiga bintang dengan dua standing ovation.
Hasil tersebut menjadi gambaran bahwa setiap peserta memiliki tantangan tersendiri untuk memikat penonton dan juri. Perolehan bintang memang menjadi perhatian, tetapi konsistensi penampilan juga menjadi modal penting dalam perjalanan kompetisi.
Babak ini turut dimeriahkan oleh Wika Salim, Soimah, dan Dewi Perssik sebagai juri, dengan Ivan Gunawan hadir sebagai juri tamu. Sejumlah alumni Dangdut Academy 7, yakni Valen, Arbil, Tasya, Afan, April, dan Mila, juga ikut memeriahkan acara.
Kehadiran para juri dan alumni tersebut menambah semarak panggung DA8 yang semakin kompetitif.
Bagi Alexa, perjalanan hingga Top 15 menjadi kesempatan untuk terus membuktikan kemampuannya. Ia tidak hanya membawa mimpi pribadi, tetapi juga harapan keluarga dan dukungan masyarakat Ciamis.
Akankah Alexa mampu melangkah lebih jauh dan terus mengharumkan nama Tatar Galuh di panggung Dangdut Academy 8? Perjuangannya masih berlanjut, dan penampilan berikutnya tentu layak dinantikan para pencinta dangdut Tanah Air.*
