SATUMEDIA.ID – Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail mengajak masyarakat menjaga kelestarian sumber air dan daerah resapan untuk menjamin ketersediaan air bersih secara berkelanjutan. Upaya tersebut perlu dibarengi dengan pemeliharaan infrastruktur penyediaan air minum agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
Pesan itu disampaikan Asep saat menghadiri kegiatan Hajat Cai sekaligus monitoring infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Cibanteng di reservoir SPAM Cibanteng, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (13/10/2026).
Menurut Asep, air merupakan kebutuhan dasar yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan, kualitas hidup, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, keberadaan sumber air perlu dijaga melalui kesadaran bersama, termasuk dengan melestarikan lingkungan dan mengelola sumber daya air secara bijaksana.
Ia menilai, Hajat Cai bukan sekadar kegiatan ungkapan syukur atas ketersediaan air, melainkan juga momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.
“Menjaga air berarti menjaga kehidupan. Karena itu, sumber air harus dirawat agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, termasuk oleh generasi mendatang,” ujar Asep.
Asep menambahkan, nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Hajat Cai perlu terus dilestarikan. Tradisi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat bahwa keberlangsungan sumber air bergantung pada kepedulian semua pihak.
Selain pelestarian sumber air, Asep menekankan pentingnya memastikan infrastruktur SPAM Cibanteng berfungsi dengan baik. Monitoring secara berkala diperlukan untuk mengetahui kondisi aset, memastikan sarana dan prasarana beroperasi sebagaimana mestinya, serta mengidentifikasi kebutuhan perawatan maupun perbaikan.
Ia meminta Perumda Air Minum Tirta Wibawa Mukti meningkatkan kualitas pengelolaan aset agar infrastruktur yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelayanan air minum.
Pengelolaan tersebut, lanjutnya, perlu dilakukan secara profesional dan disertai pemeliharaan berkala. Dengan demikian, penyediaan air minum yang aman dan berkelanjutan dapat terus diupayakan bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat.
Asep juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan turut menjaga kawasan resapan air. Menurut dia, upaya mempertahankan ketersediaan air tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah atau perusahaan daerah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, kata Asep, akan terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah, Perumda, pemerintah desa, dan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air serta peningkatan pelayanan dasar.
Melalui kegiatan Hajat Cai dan monitoring SPAM Cibanteng, ia berharap kepedulian terhadap kelestarian sumber air berjalan beriringan dengan upaya menjaga infrastruktur penyediaan air minum.
“Dengan begitu, ketersediaan air bersih dapat terus terjaga dan pelayanan kepada masyarakat Bandung Barat semakin baik,” pungkasnya.*





