SATUMEDIA.ID – Kawasan pegunungan Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menawarkan pilihan tempat berlibur bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari kesibukan sehari-hari.
Salah satunya Mahkota Sangkuriang, resort dan glamping yang berdiri di atas lahan seluas 4 hektare dengan suasana alam yang masih asri.
Memasuki tahun kedua operasional sejak dibuka pada 2024, tempat menginap ini mengusung perpaduan antara kenyamanan akomodasi dan pengalaman berwisata di tengah alam terbuka.
Pengelola Mahkota Sangkuriang, Irfan Reihandhia Rinaldi, mengatakan, nama yang dipilih untuk resort tersebut memiliki keterkaitan erat dengan budaya Sunda.
Menurut Irfan, Sangkuriang merujuk pada cerita rakyat yang lekat dengan legenda Gunung Tangkuban Parahu. Adapun Mahkota menggambarkan harapan pengelola untuk menghadirkan pengalaman menginap dengan keindahan dan kenyamanan yang berkesan.
“Nama Mahkota Sangkuriang kami pilih untuk memadukan identitas budaya Sunda dengan cita-cita menghadirkan tempat beristirahat yang istimewa bagi para tamu,” ujar Irfan saat ditemui di lokasi, Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan, Mahkota Sangkuriang dibangun dengan konsep reconnect with nature, yakni memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk kembali merasakan kedekatan dengan alam
Salah satu daya tarik yang ditawarkan adalah desain bangunan berbentuk bulat menyerupai kubah. Model arsitektur tersebut menjadi ciri khas yang membedakan Mahkota Sangkuriang dari penginapan lain di kawasan Bandung Barat.
Irfan menuturkan, desain bangunan dirancang agar pengunjung dapat menikmati panorama alam secara langsung dari tempat mereka menginap.
“Alih-alih didominasi pemandangan bangunan, tamu dapat menikmati lanskap pepohonan, lembah, dan bentang langit dari jendela kamar. Kami ingin suasana alam menjadi bagian dari pengalaman menginap,” katanya.
Mahkota Sangkuriang menyediakan sekitar 70 unit akomodasi dengan beragam pilihan nama dan konsep. Beberapa di antaranya adalah Natura Sangkuriang, Hanara Glamping, Zaika Escape, Glamour Camp, Dayang Rengganis, Royal Glamping, dan The Glamp Mahkota.
Dari sejumlah tipe yang tersedia, Situmang, Dayang Sumbi, dan Hanara disebut menjadi pilihan favorit para pengunjung.
Ketiga tipe tersebut menawarkan daya tarik melalui desain kubah yang khas, ditambah fasilitas penunjang untuk memberikan pengalaman berlibur yang lebih privat.
Fasilitas yang tersedia meliputi kolam renang pribadi, jacuzzi, hingga area api unggun. Pengunjung dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk bersantai bersama keluarga maupun menikmati waktu berkumpul dengan teman.
Dari sisi harga, tarif menginap di Mahkota Sangkuriang bervariasi sesuai tipe akomodasi, waktu kunjungan, dan fasilitas yang dipilih.
Irfan menyampaikan, pengunjung dapat memesan unit dengan tarif mulai Rp 500.000 hingga Rp 550.000 pada hari kerja. Sementara itu, harga pada akhir pekan berada di kisaran Rp 750.000, dengan tarif tertinggi mencapai Rp 3 juta untuk tipe tertentu.
“Perbedaan harga mengikuti karakteristik unit dan fasilitas yang didapatkan. Dengan pilihan tersebut, pengunjung bisa menyesuaikan akomodasi dengan kebutuhan serta anggaran liburan mereka,” tutur Irfan.
Berlokasi di Jalan Cibolang RW 13, Desa Tugumukti, Kecamatan Cisarua, Mahkota Sangkuriang menyasar wisatawan dari berbagai daerah, termasuk Bandung dan Jakarta. Menurut Irfan, pengunjung dari luar negeri juga mulai berdatangan untuk menikmati suasana pegunungan di Jawa Barat.
Selain menyediakan tempat bermalam, Mahkota Sangkuriang juga menawarkan aktivitas luar ruang bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi lingkungan sekitar.
Pengunjung dapat mencoba jalur trekking menuju kawasan lereng Gunung Burangrang. Pilihan lainnya adalah berkeliling area resort menggunakan sepeda listrik yang disediakan pengelola.
Irfan mengatakan, pengembangan fasilitas dan kegiatan wisata akan terus dilakukan untuk memberikan pengalaman yang lebih beragam kepada pengunjung.
Ia berharap Mahkota Sangkuriang tidak hanya menjadi tempat untuk menginap, tetapi juga ruang bagi wisatawan untuk beristirahat sejenak dari rutinitas sekaligus menikmati lingkungan alam.
“Ke depan, kami ingin menghadirkan lebih banyak fasilitas dan kegiatan yang membuat kunjungan semakin berkesan. Harapannya, tamu pulang bukan hanya membawa kenangan liburan, tetapi juga merasakan kembali kedekatan dengan alam,” kata Irfan.*