Polytron FOX 350 Raih Good Design Award 2026 dari Jepang, Ini Keunggulan Desainnya

Motor listrik Polytron FOX 350 berhasil meraih penghargaan Good Design Award 2026 dari Japan Institute of Design Promotion (JDP). (Dok.Polytron).**

SATUMEDIA.ID – Motor listrik Polytron FOX 350 berhasil meraih penghargaan Good Design Award 2026 dari Japan Institute of Design Promotion (JDP). Penghargaan ini menjadi pengakuan internasional pertama bagi desain motor listrik Polytron.

FOX 350 terpilih setelah bersaing dengan ribuan karya desain dari berbagai negara. Pencapaian tersebut sekaligus menempatkan motor listrik buatan Indonesia itu dalam jajaran produk yang mendapat pengakuan melalui label G Mark, salah satu penghargaan desain bergengsi di Jepang.

Penghargaan yang diumumkan pada 23 Oktober 2026 di Tokyo, Jepang, ini diraih setelah FOX 350 melewati proses seleksi berjenjang. Sebelumnya, motor listrik tersebut masuk dalam 10 besar Good Design Indonesia (GDI) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan RI bersama JDP.

Dari Indonesia, FOX 350 kemudian diajukan untuk mengikuti Good Design Award di Jepang.

Tahun ini, terdapat 5.111 karya dari berbagai negara yang mengikuti kompetisi tersebut. Setelah melalui dua tahap penilaian oleh juri dari Jepang dan mancanegara, sebanyak 1.484 karya dinyatakan berhak menerima penghargaan.

Keberhasilan FOX 350 tidak hanya ditentukan oleh tampilan eksterior, tetapi juga pendekatan desain yang mempertimbangkan kebiasaan dan kebutuhan pengendara di Indonesia.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kenyamanan posisi berkendara. Melalui fitur Comfy Deck, pengendara memiliki ruang gerak kaki lebih luas sehingga dapat menyesuaikan posisi berkendara, baik saat menempuh perjalanan jauh maupun menghadapi kemacetan.

Selain itu, bentuk jok, bodi, dan rangka dirancang untuk menunjang stabilitas serta memudahkan manuver.

Dari sisi teknologi, FOX 350 dilengkapi sejumlah fitur pendukung, seperti Cruise Control untuk menjaga kecepatan, Hill Start Assist agar motor tidak mundur saat berhenti di tanjakan, serta Reverse Mode untuk memudahkan pengendara keluar dari area parkir sempit.

Motor listrik ini juga memiliki konektivitas Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pengguna memantau kondisi baterai dan lokasi kendaraan melalui smartphone.

Aspek lain yang turut menjadi pertimbangan adalah skema kepemilikan baterai. Polytron menawarkan pilihan pembelian motor dengan skema beli putus atau sewa baterai.

Melalui skema sewa, biaya awal pembelian dapat ditekan. Selain itu, perawatan dan penggantian baterai mendapatkan jaminan selama masa sewa sesuai ketentuan yang berlaku.

Dewan juri Good Design Award 2026 menilai FOX 350 mampu mempertahankan karakter berkendara motor konvensional, mulai dari kenyamanan posisi duduk hingga kemudahan bermanuver, sekaligus menghadirkan keunggulan teknologi kendaraan listrik.

Penilaian juga mencakup skema sewa baterai yang dinilai dapat membantu memperluas adopsi kendaraan listrik di masyarakat.

Head of Group Product EV-2W Polytron Ilman Fachrian Fadly mengatakan, penghargaan tersebut menjadi pengakuan internasional pertama bagi desain motor listrik Polytron.

Menurut dia, FOX 350 dikembangkan berdasarkan riset terhadap kebiasaan berkendara masyarakat Indonesia.

“Kami mempelajari kebutuhan pengendara di Indonesia, mulai dari posisi duduk yang nyaman saat menghadapi kemacetan, kemampuan melewati tanjakan, hingga kekhawatiran mengenai biaya baterai. FOX 350 dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Ilman dikutip dari laman Polytron, Sabtu (31/10/2026).

Ia menambahkan, penghargaan dari Jepang membuktikan bahwa produk yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan pasar domestik tetap memiliki peluang untuk bersaing di tingkat internasional.

Penghargaan Good Design Award 2026 menambah daftar prestasi Polytron FOX 350. Sebelumnya, motor listrik tersebut juga dinobatkan sebagai Motor Listrik Terbaik 2026 dalam ajang Uzone Choice Awards.

Polytron menyatakan akan terus mengembangkan produk kendaraan listrik dengan mengutamakan kebutuhan konsumen, sekaligus mendorong penggunaan transportasi yang praktis, ekonomis, dan ramah lingkungan.*

Pos terkait