SATUMEDIA.ID – Puluhan karung beras digasak kawanan pencuri di sebuah toko Jalan Raya Batujajar, RT 03/RW 07, Desa Cimareme, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
Kawanan pencuri yang berjumlah lima orang dengan leluasa mengambil puluhan karung beras dengan memindahkan ke mobil pikap oleh mereka.
Hanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit, pelaku yang berjumlah lima orang memindahkan puluhan karung beras ke mobil pikap. Aksi pencurian beras itu terekam kamera CCTV dan viral.
Diketahui, aksi pencurian itu terjadi pada Selasa (30/3/2024) malam. Rekaman CCTV itu menyebar luas di media sosial.
Berdasarkan keterangan pemilik kios, Adang Muhidin (51) berdasarkan rekaman CCTV aksi pencurian terjadi sekitar pukul 01.55 WIB.
“Kejadiannya sekitar pukul 01.55 WIB dinihari, namun baru ketahuan sekitar pukul 06.30 WIB. Kios ini milik saya yang disewakan kepada pedagang beras,” kata Adang saat dikonfirmasi, Kamis (2/5/2024).
Berdasarkan rekaman CCTV yang ada, para pelaku membawa mobil pikap Daihatsu Granmax berwarna putih. Mobil tersebut diparkirkan tepat disamping toko beras tersebut.
Aksi yang terekam kamera CCTV itu, memperlihatkan dua orang pelaku turun dari mobil dan langsung menjebol pintu kios bagian belakang. Sedangkan tiga orang pelaku berjaga di mobil.
Setelah pintu berhasil dijebol, dua orang pelaku lagi turun dari mobil untuk membantu mengangkut beras tersebut.
“Mereka masuk lewat pintu belakang dengan cara menjebol gembok. Empat pelaku bertugas mengangkut beras dari dalam mobil, sementara satu orang tetap berada di belakang kemudi,” ungkapnya.
Berdasarkan keterangan pemilik beras, total ada 43 karung beras yang dicuri dengan bobot 25 kilogram per karung. Sehingga jika ditotal total kerugian lebih dari 1 ton lebih.
“Pemilik beras mengalami kerugian sekitar Rp15 juta,” ucapnya.
Biasanya, lanjut Adang, ada dua orang yang berjaga, termasuk yang memantau CCTV lewat monitor. Namun pada saat kejadian, penjaganya tertidur usai nonton bareng semifinal Piala Asia U-23 yang mempertemukan Timnas Indonesia Vs Uzbekistan.
“Tiap malam ada dua orang yang berjaga, cuman yang satu tidak masuk kerja. Sementara yang berjaga ketiduran,” tukasnya.
Atas kejadian itu, korban sudah melaporkan ke polisi. Dari rekaman CCTV terlihat jelas nomor polisi mobil pikap tersebut, namun berdasarkan hasil pengecekan ternyata plat nomor palsu.*

