BI Buka Penukaran Uang Baru Lebaran 2026, Siapkan Rp8,6 Triliun: Ini Jadwal dan Cara Daftarnya

Ilustrasi uang.(Dok.Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Permintaan uang kertas baru selalu meningkat menjelang Idul Fitri, seiring tradisi berbagi tunjangan hari raya (THR) di tengah masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bank Indonesia (BI) kembali menghadirkan layanan penukaran uang baru melalui program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) 2026.

Tahun ini, BI menyiapkan dana sebesar Rp8,6 triliun yang dapat diakses masyarakat melalui layanan penukaran berbasis aplikasi PINTAR BI. Setiap paket penukaran memiliki batas maksimal hingga Rp5,3 juta.

Layanan penukaran disediakan secara luas di seluruh Indonesia, dengan total 2.883 titik dan 8.755 layanan yang melibatkan BI bersama perbankan nasional. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai kanal, mulai dari kas keliling, kantor bank umum, hingga layanan terpadu di lokasi strategis seperti rumah ibadah dan pusat aktivitas masyarakat.

Jadwal pembukaan pendaftaran

Untuk wilayah Pulau Jawa, pendaftaran periode pertama dibuka mulai Jumat (13/2/2026) pukul 14.00 WIB dan berlangsung hingga kuota terpenuhi.

Adapun pendaftaran wilayah luar Pulau Jawa dibuka sehari setelahnya, yakni Sabtu (14/2/2026) pukul 08.00 WIB sampai kuota habis.

Langkah penukaran uang baru

Masyarakat wajib melakukan pemesanan secara daring melalui laman resmi PINTAR BI. Berikut tata caranya:

Akses situs pintar.bi.go.id dan pilih menu “Penukaran Uang Rupiah Melalui Kas Keliling”.

Siapkan KTP untuk pengisian data diri.

Pilih lokasi serta jadwal penukaran yang tersedia.

Batas maksimal penukaran Rp5,3 juta dengan rincian:

Rp50.000 maksimal 50 lembar

Rp20.000 maksimal 20 lembar

Rp10.000 maksimal 100 lembar

Rp5.000 maksimal 100 lembar

Rp2.000 maksimal 100 lembar

Rp1.000 maksimal 100 lembar

Unduh atau cetak bukti pemesanan.

Datang sesuai jadwal dengan membawa KTP serta uang rupiah dalam jumlah pas sesuai pecahan.

Bank Indonesia mengingatkan masyarakat untuk melakukan pendaftaran lebih awal mengingat tingginya minat penukaran uang baru setiap menjelang Lebaran.*

Pos terkait