Jangan Asal Tepuk! Begini Cara Aman Mengusir Tomcat dari Tubuh

Tomcat atau rove beetle merupakan kumbang dari genus Paederus yang banyak ditemukan di wilayah beriklim tropis.(Dok.IPB University).**

SATUMEDIA.ID – Tomcat merupakan serangga kecil yang perlu diwaspadai karena racunnya dapat menyebabkan iritasi hingga peradangan pada kulit. Jika menemukan serangga ini merayap di tubuh, masyarakat diimbau tidak langsung menepuk atau memencetnya.

Tomcat atau rove beetle merupakan kumbang dari genus Paederus yang banyak ditemukan di wilayah beriklim tropis. Serangga ini umumnya hidup di lingkungan lembap, seperti persawahan, tumpukan sisa tumbuhan, bawah bebatuan, dan tanah yang basah.

Tomcat juga tertarik pada cahaya sehingga kerap masuk ke rumah dan ditemukan di sekitar lampu, terutama pada malam hari.

Lantas, apa yang harus dilakukan jika menemukan tomcat di tubuh?

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, langkah pertama adalah menyingkirkannya secara perlahan tanpa menyentuh atau menghancurkan tubuh serangga tersebut.

Tomcat dapat ditiup dengan lembut atau dipindahkan menggunakan selembar kertas agar tidak bersentuhan langsung dengan kulit. Hindari menepuk atau memencetnya karena tindakan tersebut dapat menyebabkan cairan beracun yang disebut pederin keluar dan mengenai kulit.

Jika tomcat telanjur hancur atau diduga mengeluarkan cairan pada kulit, segera cuci bagian tubuh yang terpapar menggunakan air mengalir dan sabun. Bersihkan pula pakaian, handuk, atau benda lain yang kemungkinan terkena cairan serangga tersebut.

Langkah ini penting untuk mencegah racun menyebar ke bagian tubuh lain, terutama jika seseorang tanpa sadar menyentuh area yang terkontaminasi.

Kenali Gejala Paparan Racun Tomcat

Paparan racun tomcat dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai Paederus dermatitis, yakni peradangan kulit akibat kontak dengan zat pederin.

Gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba dalam waktu sekitar 24 jam setelah paparan. Keluhan yang umum terjadi meliputi kulit kemerahan, rasa panas atau perih, serta munculnya lenting atau gelembung berisi cairan.

Bagian tubuh yang paling sering terdampak adalah area terbuka, seperti wajah, kepala, lengan, tangan, dan tungkai. Apabila tidak ditangani dengan tepat, peradangan dapat meninggalkan bekas berupa bercak kehitaman atau keputihan setelah kulit mengering.

Paparan juga tidak selalu terjadi karena kontak langsung dengan serangga. Racun dapat berpindah melalui tangan, pakaian, handuk, atau benda lain yang telah terkontaminasi.

Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati saat membersihkan benda yang diduga terkena cairan tomcat.

Pertolongan Pertama Jika Kulit Terkena Racun Tomcat

Jika kulit telanjur terkena cairan tomcat, segera lakukan pertolongan pertama dengan mencuci area tersebut menggunakan air bersih mengalir dan sabun. Hindari menggosok kulit terlalu keras agar iritasi tidak bertambah parah.

Untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman, bagian kulit yang terkena dapat dikompres menggunakan kain bersih yang dibasahi air dingin.

Jika cairan mengenai mata, segera bilas mata dengan air bersih mengalir. Jangan menggosok mata. Apabila muncul nyeri, kemerahan, gangguan penglihatan, atau keluhan yang menetap, segera cari pertolongan medis.

Masyarakat juga disarankan berkonsultasi dengan dokter apabila ruam meluas, muncul lepuh yang parah, timbul tanda infeksi, atau keluhan tidak kunjung membaik. Dokter dapat menentukan pengobatan yang sesuai, termasuk obat antiradang atau antihistamin jika diperlukan.

Hindari menggunakan obat oles sembarangan tanpa mengetahui kondisi kulit yang terkena.

Cara Mencegah Tomcat Masuk ke Rumah

Selain mengetahui pertolongan pertama, masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah untuk mengurangi risiko kontak dengan tomcat.

Salah satunya dengan memeriksa area di sekitar sumber cahaya, termasuk dinding dan langit-langit rumah, karena serangga ini tertarik pada cahaya lampu.

Pemasangan kasa pada pintu dan jendela serta penggunaan kelambu saat tidur juga dapat membantu mencegah tomcat masuk ke dalam rumah.

Jika menemukan tomcat di dalam ruangan, pindahkan menggunakan kertas atau alat bantu lain tanpa menyentuhnya secara langsung. Apabila menggunakan insektisida, ikuti petunjuk pemakaian pada kemasan dan hindari kontak dengan kulit.

Dengan mengetahui cara menyingkirkan tomcat dan melakukan pertolongan pertama secara tepat, risiko iritasi akibat racun serangga ini dapat diminimalkan.*