SATUMEDIA.ID – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Citaman, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, mendapat perhatian pemerintah pusat melalui agenda pemantauan operasionalisasi 107 koperasi di berbagai daerah.
Pemantauan yang digelar Kamis (15/10/2026) itu menjadi bagian dari upaya pemerintah mengevaluasi kesiapan dan perkembangan koperasi dalam menjalankan kegiatan usaha di tingkat desa dan kelurahan.
Kegiatan di KDKMP Citaman berlangsung pukul 09.45 hingga 10.15 WIB. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto bertindak sebagai penanggung jawab pemantauan, dengan dukungan PT PLN sebagai BUMN pendukung.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dan Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb turut mendampingi kegiatan tersebut. Sejumlah unsur perangkat daerah, Pemerintah Kecamatan Nagreg, dan Pemerintah Desa Citaman juga terlibat dalam agenda itu.
Camat Nagreg Perdana Firmansyah mengatakan, pemantauan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah setempat untuk memastikan KDKMP tidak sekadar berdiri sebagai lembaga, tetapi juga mampu menjalankan usaha yang berdampak terhadap kehidupan ekonomi warga.
Menurut Perdana, koperasi perlu dikelola dengan sistem yang baik agar dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan keuntungan bagi anggota maupun masyarakat di sekitarnya.
“Pembentukan koperasi harus diikuti dengan pengelolaan yang serius. Koperasi perlu memiliki tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel agar dapat menjalankan kegiatan usaha secara berkesinambungan,” ujar Perdana.
Ia menambahkan, pengembangan KDKMP tidak bisa hanya mengandalkan pengurus koperasi. Dukungan pemerintah dan keterlibatan masyarakat juga diperlukan untuk membangun usaha yang sesuai dengan kebutuhan serta potensi ekonomi desa.
Pemerintah Kecamatan Nagreg, kata dia, siap mengambil peran melalui koordinasi lintas sektor dan fasilitasi sesuai kewenangan kecamatan.
Perdana berharap KDKMP Citaman dapat membuka ruang usaha bagi masyarakat, memperkuat keberadaan UMKM, serta membantu memenuhi kebutuhan warga melalui kegiatan ekonomi yang produktif.
“Kolaborasi semua pihak menjadi kunci agar koperasi mampu berkembang. Kami ingin keberadaannya ikut menggerakkan perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” katanya.
Pemantauan nasional terhadap 107 KDKMP juga ditujukan untuk melihat perkembangan operasional koperasi serta mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang masih harus diperkuat.
Bagi Kecamatan Nagreg, upaya tersebut menjadi kesempatan untuk mendorong koperasi agar lebih berorientasi pada pelayanan anggota, pengembangan UMKM, dan pemanfaatan potensi lokal.
Perdana juga mengingatkan bahwa keberlanjutan koperasi harus ditopang oleh administrasi yang tertib, kepatuhan terhadap peraturan, serta tanggung jawab pengurus dan pengawas dalam menjalankan organisasi.
Ia berharap KDKMP Citaman dapat berkembang menjadi koperasi yang produktif dan memiliki kegiatan usaha yang jelas sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan berbagai pihak, koperasi diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat di Kecamatan Nagreg.*




