SATUMEDIA.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memperkuat pemeliharaan prasarana perkeretaapian untuk menjaga keselamatan dan keandalan perjalanan di tengah perubahan kondisi cuaca. Sepanjang 2026, KAI telah merawat 20.581 batang bantalan rel yang terdiri dari bantalan beton dan bantalan sintetis.
Perawatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kestabilan jalur kereta api, terutama ketika curah hujan tinggi berpotensi memengaruhi kondisi tanah, lereng, dan lingkungan di sekitar rel.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan 2026/2027 mengalami kemunduran di sejumlah wilayah Indonesia. Meski demikian, kondisi cuaca yang berbeda di setiap daerah membuat kesiapan prasarana perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing lintas.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pemeliharaan prasarana dilaksanakan secara terencana dengan mempertimbangkan kondisi aktual jalur serta kebutuhan penanganan di lapangan.
“Keselamatan perjalanan kereta api didukung oleh kondisi setiap komponen prasarana. Oleh sebab itu, pemeriksaan dan perawatan dilakukan secara berkala untuk memastikan jalur tetap memenuhi standar operasional,” ujar Anne dala siaran pers dikutip, Jumat (30/10/2026).
Dari total 20.581 bantalan yang dirawat sepanjang tahun ini, sebanyak 17.025 batang merupakan bantalan beton, sedangkan 3.556 batang lainnya adalah bantalan sintetis.
Selain bantalan, pemeriksaan dan pemeliharaan juga mencakup rel, wesel, jembatan, serta saluran drainase. Seluruh komponen tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan jalur dan mendukung kelancaran operasional kereta api.
KAI juga menggunakan bantalan sintetis berbahan Fiber Reinforced Foamed Urethane (FFU) pada konstruksi tertentu, termasuk jembatan baja.
Material tersebut memiliki ketahanan terhadap kondisi lingkungan dan berpotensi mempunyai umur teknis lebih panjang dibandingkan bantalan kayu. Penggunaannya menjadi salah satu alternatif untuk mendukung pemeliharaan prasarana pada konstruksi yang sesuai.
Sepanjang periode 2022–2026, pengadaan bantalan sintetis oleh KAI tercatat mencapai 68.501 batang. Penggunaan material ini sekaligus mendukung upaya mengurangi kebutuhan penggantian bantalan kayu pada bagian jalur yang memungkinkan penerapannya.
Selain mengganti dan merawat bantalan rel, KAI memperhatikan kondisi tanah, lereng, serta sistem drainase di sekitar jalur kereta api. Pemeriksaan dilakukan untuk mengidentifikasi potensi gangguan dan menentukan penanganan sesuai kondisi yang ditemukan di lapangan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pemeliharaan berkelanjutan, mengingat hujan dengan intensitas tinggi dapat memengaruhi lingkungan di sekitar jalur dan berpotensi mengganggu operasional apabila tidak ditangani dengan tepat.
Anne menegaskan, kebutuhan pemeliharaan setiap lintas dapat berbeda sehingga penanganannya harus mengacu pada hasil pemeriksaan dan kondisi prasarana di masing-masing wilayah.
“Pemeliharaan prasarana merupakan pekerjaan berkelanjutan yang harus menyesuaikan kondisi setiap lintas. Kami terus memantau hasil pemeriksaan dan kebutuhan perawatan untuk mendukung perjalanan kereta api yang aman dan andal,” kata Anne.
KAI juga mengimbau pelanggan untuk memantau informasi perjalanan melalui kanal resmi perusahaan serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi perubahan atau penyesuaian operasional.
Melalui pemeliharaan terencana dan penggunaan material sesuai kebutuhan, KAI berupaya menjaga kualitas prasarana agar perjalanan kereta api tetap aman dan andal dalam menghadapi beragam kondisi cuaca.*





