SATUMEDIA.ID – Seringkali kita merasa panik, jika mengalami suatu kejadian di rumah atau dimana saja yang terjadi secara tiba-tiba menimpa anggota keluarga kita, terutama yang menimpa anak-anak yang masih balita.
Kejadian yang terjadi di rumah, bisa jadi karena kelalaian dan tidak bisa di hindari seperti tersedak, tersiram air panas, kejang karena demam dan keracunan.
Kejadian ini bisa dialami oleh siapa saja, tidak hanya anak- anak.
Disinilah pentingnya kita mengetahui bagaimana penanganan gawat darurat di rumah yang perlu diketahui ilmunya oleh seluruh anggota keluarga, terutama para orangtua, agar tidak salah dalam penanganan nya dan tepat sasaran.
Berikut jenis gawat darurat dan penanganannya yang telah disusun oleh Santy Sanusi, S.Kep.Ners, M.Kep, Sp. kep.MB dosen Keperawatan Universitas Aisiyah Bandung, sebagai berikut :
A. Kejang Demam (Febrile Seizures)
Demam tinggi sering terjadi pada bayi dan anak-anak, dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kejang demam. Meskipun kejang demam tidak selalu berbahaya, kondisi ini sangat menakutkan bagi orangtua dan bisa menimbulkan masalah kesehatan serius.
Shlomo Shinner, et al (2020) meskipun kejang demam tidak meningkatkan resiko epilepsi pada sebagian besar kasus, penting untuk melakukan pengawasan medis untuk mencegah komplikasi.
Penanganan Kejang Demam di Rumah
1. Pastikan anak berada ditempat yang aman, jauhkan dari benda tajam atau keras.
2. Jangan memasukkan apapun kedalam mulut anak
3. Setelah kejang berakhir, posisikan anak miring untuk memudahkan pernafasan
4. Segera bawa anak ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.
B. Tersedak (Choking)
Tersedak sering terjadi pada bayi dan anak-anak, terutama karena mereka cenderung memasukkan benda kecil ke mulut mereka.
Deeksha Pandit, et al (2019) insiden tersedak paling sering terjadi pada anak-anak usia di bawah 3 tahun, terutama karena benda asing seperti mainan kecil dan makanan seperti kacang-kacangan.
Sumbatan jalan nafas total hanya bertahan 6-8 menit.
Penanganan Tersedak (Choking)
1. Untuk bayi (di bawah 1 tahun) lakukan *Black Blows* ( 5 tepukan dipunggung bayi) dan *Chest Thrusts* (5 dorongan dada)
2. Untuk anak (diatas 1 tahun) lakukan manuver *Heimlich* (dorongan perut)
3. Segera hubungi layanan gawat darurat jika anak tidak segera pulih.
C. Penanganan Luka Bakar
1. Segera alirkan air dingin pada area yang terkena selama 10-20 menit
2. Jangan gunakan es atau mentega, odol, pada luka bakar
3. Apabila memungkinkan untuk luka kecil dan grad 1-2, oleskan salep khusus luka bakar (contoh : burnazin, bioplacenton, liposin, bioskin, dll) secara tebal, kemudian tutup dengan kassa steril —-> akan bertahan 2-3 jam
4. Jika luka bakar besar atau dalam, segera bawa anak ke layanan gawat darurat.
D. Keracunan (Poisoning)
Keracunan pada anak sering terjadi karena mereka secara tidak sengaja menelan zat beracun seperti obat-obatan, bahan kimia rumah tangga, atau produk kosmetika. Keracunan bisa cepat memburuk jika tidak segera ditangani. Bawalah segera ke layanan gawat darurat.
Yuuk menjadi orangtua yang sigap dalam menangani kejadian gawat darurat di rumah ..!
*Penulis Rulin Irawati mantan tenaga pendidik

