Balita 2 Tahun Meninggal Saat Mengungsi Usai Gempa Nagekeo

Balita 2 tahun meninggal ketika berada di tempat pengungsian pascagempa Nagekeo, NTT. Kemenkes mengaitkan kematian dengan paparan suhu dingin.(Ilustrasi AI).**

SATUMEDIA.ID – Kabar duka datang dari lokasi pengungsian korban gempa di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang anak berusia dua tahun dilaporkan meninggal dunia ketika tengah berada di tempat evakuasi bersama warga lainnya yang terdampak bencana.

Kementerian Kesehatan mengungkapkan, kondisi cuaca dingin di lokasi pengungsian menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan meninggalnya balita tersebut. Situasi ini sekaligus memperlihatkan beratnya kondisi yang harus dilalui para korban setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.

Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal atau harus meninggalkan rumah untuk sementara, pengungsian menjadi satu-satunya tempat untuk bertahan. Namun, kondisi di lokasi evakuasi tidak selalu ideal, terutama ketika suhu udara rendah dan kebutuhan dasar belum sepenuhnya terpenuhi.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan pascabencana bukan hanya soal evakuasi dan penyediaan tempat tinggal sementara. Perlindungan ekstra juga dibutuhkan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga dengan kondisi tertentu agar mereka tetap aman selama berada di pengungsian.*

Pos terkait