SATUMEDIA.ID – Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Jumat (4/9) malam turut membawa dampak hingga Bandar Lampung. Sebaran abu vulkanik sempat memengaruhi kondisi lingkungan di sekitar markas Bhayangkara Presisi Lampung FC. Namun, situasi pada Minggu (6/9) pagi mulai menunjukkan perkembangan positif setelah abu yang sebelumnya terlihat mulai berkurang secara signifikan.
Dokter tim Bhayangkara FC, Khairi, mengatakan kondisi udara pagi itu relatif lebih baik. Meski abu vulkanik tidak lagi tampak turun seperti sebelumnya, sisa debu masih ditemukan di sejumlah lokasi, termasuk jalanan dan lapangan yang biasa digunakan skuad untuk berlatih. Kondisi tersebut membuat tim medis tetap meminta para pemain dan ofisial untuk berhati-hati terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Bhayangkara FC pun mengambil sejumlah langkah pencegahan. Pemain dan ofisial mendapatkan edukasi agar menggunakan perlengkapan pelindung seperti masker dan kacamata ketika beraktivitas di luar ruangan. Pasalnya, debu vulkanik dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, iritasi pada mata, hingga masalah pada kulit jika paparannya tidak diantisipasi dengan baik.
Situasi tersebut juga membuat tim pelatih menyesuaikan agenda latihan. Sesi diawali di gym untuk menjaga mobilitas dan kondisi fisik pemain, sementara aktivitas di lapangan terbuka dikurangi secara drastis. Pemain hanya menjalani latihan pemulihan dengan intensitas ringan, seperti jogging dan beberapa gerakan sederhana dalam durasi singkat. Langkah ini dilakukan agar kebugaran skuad tetap terjaga setelah pertandingan tanpa meningkatkan risiko akibat paparan abu vulkanik.*





