SATUMEDIA.ID – Borneo FC Samarinda mengawali perjalanan di BRI Super League 2026/27 dengan hasil yang kurang sesuai harapan. Tampil sebagai tuan rumah di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (5/9) malam, Pesut Etam justru harus menyerah tipis 0-1 dari Persija Jakarta. Hasil tersebut menjadi pukulan tersendiri bagi Borneo FC yang sebenarnya tampil agresif sepanjang pertandingan.
Dominasi permainan tuan rumah terlihat dari jumlah peluang yang berhasil diciptakan. Borneo FC melepaskan 17 tembakan dengan sembilan di antaranya mengarah ke gawang, sedangkan Persija hanya mencatatkan delapan percobaan dan tiga tembakan tepat sasaran. Namun, keunggulan dalam statistik tersebut tidak mampu dikonversi menjadi gol. Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo, menilai efektivitas di depan gawang menjadi pembeda utama dalam pertandingan.
“Secara keseluruhan, jelas bahwa kami adalah tim yang lebih baik selama 90 menit permainan. Kami mencatatkan lebih banyak tembakan dan peluang, namun penyelesaian akhir kami kurang efisien,” ujar Mauro Jeronimo.
Pelatih asal Spanyol itu mengakui kegagalan memaksimalkan peluang harus segera dievaluasi. Menurutnya, ada berbagai aspek yang perlu diperiksa, mulai dari teknis hingga taktikal, agar masalah serupa tidak kembali terjadi. “Kita harus analisis, kita harus lihat pertandingan lagi, bisa dari aspek kemungkinan teknis, taktikal, atau kemungkinan dari kadang-kadang dia lagi inspirasi pemain lagi bagus. Kita ada banyak faktor. Tapi yang kita harus jujur, kita tidak efisien karena kita tidak mencetak gol. Pasti kita kedepannya harus koreksi itu, kita harus cetak gol,” katanya.
Kendati membuka musim dengan kekalahan, Mauro meminta anak asuhnya tidak larut dalam kekecewaan. Borneo FC masih memiliki perjalanan panjang dan bertekad menjadikan performa positif di laga perdana sebagai modal untuk bangkit. Pesut Etam selanjutnya akan bertandang ke markas Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (12/9), pada pekan kedua BRI Super League 2026/27.*





