SATUMEDIA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul erupsi Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda.
Erupsi tersebut terjadi pada Jumat (4/9/2026) pukul 23.23 WIB dan berpotensi menimbulkan sebaran debu vulkanik ke sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Gamber Irmawan Premono mengatakan, masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan oleh abu vulkanik.
Imbauan tersebut disampaikan Gamber di Soreang, Kabupaten Bandung, Senin (7/9/2026).
“Masyarakat kami imbau tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi paparan debu vulkanik,” ujar Gamber.
Ia meminta warga yang harus beraktivitas di luar rumah menggunakan masker untuk mengurangi risiko menghirup debu vulkanik.
Sementara itu, masyarakat disarankan tetap berada di dalam rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak untuk keluar.
Selain saluran pernapasan, Gamber mengingatkan warga melindungi mata dan kulit dari kemungkinan paparan debu vulkanik.
“Lindungi mata dan kulit dari paparan debu. Jaga kebersihan diri dan lingkungan. Segera periksakan diri apabila mengalami gangguan kesehatan,” kata dia.
Gamber juga meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi dari pemerintah dan instansi berwenang.
“Yang terpenting masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang. Bersama kita tingkatkan kesiapsiagaan untuk menjaga keselamatan,” tutur Gamber.*




