SATUMEDIA.ID – Jose Mourinho pasang badan untuk Kylian Mbappe setelah bintang asal Prancis itu menjadi sasaran sorotan media. Mourinho menilai pemberitaan mengenai Mbappe sudah berlebihan, terutama terkait kondisi cedera lutut dan sejumlah aktivitas sang pemain di luar lapangan. Menurutnya, media justru memperkeruh situasi dengan membesar-besarkan persoalan yang seharusnya tidak perlu menjadi kontroversi.
Mourinho menjelaskan, kedatangan Mbappe untuk menjalani konsultasi medis dilakukan sesuai dengan kondisi cedera yang telah terdiagnosis sebelumnya. Ia menegaskan, riwayat masalah pada lutut Mbappe membuat pemeriksaan lanjutan menjadi hal yang wajar dan tidak boleh diabaikan. Bahkan, hasil diagnosis yang diperoleh disebut sejalan dengan penilaian tim medis klub. Karena itu, Mourinho mempertanyakan alasan di balik munculnya berbagai spekulasi yang justru mengaburkan fokus utama, yakni proses pemulihan sang pemain.
Pelatih asal Portugal tersebut juga menyinggung pemberitaan mengenai kunjungan Mbappe ke sebuah tempat hiburan malam di Paris. Menurut Mourinho, lokasi itu sebenarnya merupakan tempat penyelenggaraan acara privat Paris Fashion Week, bukan klub malam seperti yang ramai diberitakan. Ia turut mengkritik sorotan terhadap aktivitas Mbappe saat bersepeda di Swiss. Mourinho menjelaskan bahwa sepeda yang digunakan di hotel tersebut hanya merupakan fasilitas untuk berkeliling di area penginapan yang terdiri dari sejumlah pondok kecil, bukan aktivitas bersepeda profesional seperti yang terkesan dalam pemberitaan.
Bagi Mourinho, berbagai isu tersebut menunjukkan bagaimana hal-hal sepele dapat berkembang menjadi kontroversi ketika terus diburu dan dibesar-besarkan. Ia menyayangkan media lebih sibuk mencari persoalan baru ketimbang memahami situasi secara utuh. Mourinho bahkan membandingkan kehebohan seputar Mbappe dengan sejumlah persoalan besar di dunia sepak bola, termasuk kasus Manchester City dan situasi di negaranya yang melibatkan Cristiano Ronaldo serta pelatihnya. Ia menilai perlakuan terhadap Mbappe sudah kelewat batas dan tidak mencerminkan pemberitaan yang proporsional.*





