John Herdman Buka Cerita di Balik Gol Elkan Baggott, Sempat Larang Bek Maju

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman.(Dok.PSSI).**

SATUMEDIA.ID – Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengungkap cerita di balik gol Elkan Baggott yang menjadi penyelamat skuad Garuda saat menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Herdman mengaku sempat meminta para pemain bertahan, termasuk Baggott, untuk tidak meninggalkan posisi mereka. Namun, instruksi tersebut justru berujung pada momen tak terduga ketika Baggott mencetak gol penyeimbang pada menit ke-116 babak perpanjangan waktu.

Gol tersebut menjaga peluang Indonesia untuk meraih gelar juara setelah tertinggal dari Thailand. Pertandingan pun berlanjut ke adu penalti, yang akhirnya dimenangi Garuda untuk memastikan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 tetap berada di Indonesia.

Herdman menceritakan momen tersebut dalam konferensi pers seusai pertandingan. Ia mengakui sempat khawatir ketika para pemain bertahan ikut bergerak maju untuk membantu serangan.

“Saya berteriak meminta mereka menahan diri dan tetap percaya pada struktur taktik. Namun, mereka justru maju memburu bola dan mencetak gol penentu! Pada akhirnya, keberanian dan naluri para pemainlah yang berbicara malam ini,” ujar Herdman dikutip dari laman PSSI, Sabtu (10/10/2026).

Pelatih asal Inggris itu kemudian tertawa saat mengenang bagaimana para pemainnya mampu membalikkan keadaan di tengah tekanan pertandingan final.

Bagi Herdman, gol Baggott menjadi gambaran semangat juang para pemain Indonesia yang tidak menyerah meski berada dalam situasi sulit.

Keberhasilan membawa Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi salah satu pencapaian paling istimewa dalam perjalanan karier kepelatihan Herdman.

Ia mengaku sulit mengungkapkan perasaannya setelah menyaksikan perjuangan para pemain melewati pertandingan yang berlangsung ketat hingga babak adu penalti.

“Sulit merangkai kata-kata malam ini. Saya benar-benar jatuh cinta pada pertandingan ini dan tim yang luar biasa. Keberanian para pemain sungguh membuat saya terkesima,” kata Herdman.

Menurut dia, gelar tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan banyak pemain sebelum akhirnya terbentuk skuad utama berisi 23 nama.

Herdman menyebut timnya telah menempuh perjalanan sekitar 32.000 mil selama persiapan dan pelaksanaan turnamen. Proses seleksi juga dimulai dari 80 pemain sebelum mengerucut menjadi skuad final.

“Kami memulai proses dengan menyaring 80 pemain hingga menjadi 23 nama demi mempersembahkan trofi pertama dalam sejarah sepak bola Indonesia. Ini pencapaian yang sangat istimewa,” ujarnya.

Gelar ini juga mengakhiri penantian panjang Indonesia untuk menjadi juara di kompetisi sepak bola tingkat regional. Sebelumnya, tim Merah Putih berulang kali gagal meraih trofi meski berhasil mencapai partai final.

Herdman menilai keberhasilan generasi saat ini tidak terlepas dari fondasi yang dibangun para pemain terdahulu. Ia menyebut nama-nama seperti Bambang Pamungkas dan Cristian Gonzales sebagai bagian dari perjalanan sepak bola Indonesia yang turut membangun kepercayaan diri generasi berikutnya.

“Masyarakat Indonesia telah menunggu momen ini selama lebih dari 30 tahun. Para pemain legendaris telah menanamkan keyakinan kepada generasi muda. Kini, kami membawa mentalitas juara yang baru ke dalam tim,” tuturnya.

Ia juga menilai perkembangan sepak bola Indonesia berada di jalur yang tepat. Herdman mengaku dapat merasakan besarnya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola sejak tinggal dan mengikuti perkembangan kompetisi domestik.

Elkan Baggott Bangga

Sementara itu, Elkan Baggott mengungkapkan kebanggaannya setelah membantu Indonesia meraih gelar juara melalui gol penting pada penghujung babak tambahan.

Bek jangkung tersebut mencetak gol pada menit ke-116 ketika Indonesia membutuhkan gol untuk menjaga asa di partai puncak. Selepas menjebol gawang Thailand, Baggott merayakan golnya dengan tarian penuh kegembiraan di depan bangku cadangan.

Baggott juga memberikan apresiasi kepada Herdman yang dinilainya berperan penting dalam perjalanan Indonesia menuju gelar juara.

“Saya sangat bangga menjadi orang Indonesia malam ini. Kami tidak mungkin meraih trofi ini tanpa kerja keras luar biasa dari Coach John Herdman,” ujar Baggott.

Di sisi lain, pelatih Thailand Anthony Hudson mengakui Indonesia memiliki kualitas pemain yang kuat dan menunjukkan perkembangan positif.

Hudson tetap memberikan apresiasi kepada skuad Garuda meski timnya harus menerima kekalahan setelah pertandingan berlangsung hingga adu penalti.

“Selamat sebesar-besarnya untuk Indonesia. Sangat jelas bahwa tim mereka sedang bergerak ke arah yang tepat dengan materi pemain diaspora yang kuat. Bermain di stadion semegah ini juga menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara yang serius dalam sepak bola,” kata Hudson.

Hudson turut memberikan penghormatan kepada striker senior Teerasil Dangda yang menjalani laga perpisahan bersama tim nasional Thailand.

Ia mengatakan para pemain Thailand telah berjuang maksimal meski harus bermain dengan 10 pemain. Kekalahan tersebut, menurut Hudson, tidak menghapus usaha yang telah ditunjukkan skuadnya sepanjang pertandingan.*

Pos terkait