SATUMEDIA.ID – Geliat industri sepak bola Indonesia ternyata menyimpan peluang karier yang jauh lebih luas daripada sekadar menjadi pemain di atas lapangan. Hal tersebut menjadi pesan utama yang disampaikan gelandang Arema FC, Hanif Sjahbandi, saat hadir dalam program I.League Goes to Campus di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (12/10). Di hadapan ratusan mahasiswa, Hanif mengajak generasi muda melihat sepak bola sebagai industri yang membutuhkan banyak talenta dari berbagai bidang keahlian.
Menurut Hanif, perkembangan sepak bola modern turut membuka ruang bagi profesi di luar aktivitas bermain. Pemain kini tidak hanya bergantung pada klub, tetapi juga melibatkan fotografer, videografer, hingga tim manajemen pribadi untuk membangun citra dan menjaga nilai komersial mereka. Situasi ini menjadi peluang bagi mahasiswa dengan latar belakang komunikasi, bisnis, manajemen, maupun industri kreatif untuk terjun ke dunia sepak bola tanpa harus memiliki pengalaman sebagai atlet profesional.
Hanif juga menyoroti perjalanan Sudarmaji, perwakilan manajemen Arema FC yang merupakan alumnus UMM. Berbekal latar belakang di dunia media serta kecintaan terhadap klub berjuluk Singo Edan tersebut, Sudarmaji mampu mengambil peran dalam perkembangan Arema. Kisah itu menjadi contoh bahwa passion terhadap sepak bola bisa diwujudkan melalui beragam jalur profesi. Hanif pun mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan kemampuan masing-masing agar bisa berkontribusi bagi klub yang mereka cintai.
Tak hanya berbicara soal peluang karier, Hanif turut mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan positif untuk menghadapi dunia profesional. Baginya, semangat dan motivasi saja tidak cukup jika tidak disertai kedisiplinan serta konsistensi dalam menjalani proses. “Motivasi itu cepat naik dan cepat turun, tapi disiplin dan konsistensi yang membuat kita bertahan lama,” pungkasnya, menegaskan bahwa kesungguhan menjadi kunci untuk berkembang dan bertahan di bidang yang diminati.*





