SATUMEDIA.ID – Bernardo Tavares akan menjalani laga penuh cerita saat membawa Persebaya Surabaya menghadapi PSM Makassar pada pekan keenam BRI Super League 2026/27, Kamis (22/10) sore. Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, bukan tempat asing bagi pelatih asal Portugal tersebut. Namun, kali ini ia datang bukan untuk memimpin Juku Eja, melainkan berusaha menaklukkan mantan tim yang pernah dibawanya meraih gelar juara Liga Indonesia pada 2023.
Pertandingan ini menjadi momen spesial bagi Tavares karena untuk pertama kalinya ia akan menghadapi PSM sebagai lawan di Parepare. Sejumlah pemain yang masih memperkuat Juku Eja bahkan merupakan rekrutan yang ia datangkan ketika masih menjabat sebagai pelatih. Kendati mengenal karakter mereka, Tavares menilai kedekatan tersebut tidak otomatis memberi keuntungan bagi Persebaya, sebab para pemain PSM juga memahami cara kerja dan pendekatan taktik yang biasa diterapkannya.
Tavares juga mengingatkan anak asuhnya agar tidak terjebak pada gambaran PSM di masa lalu. Menurutnya, Juku Eja telah mengalami sejumlah perubahan, mulai dari sosok pelatih, filosofi permainan, hingga komposisi skuad. Situasi tersebut membuat Persebaya harus mempersiapkan diri secara menyeluruh, terlebih PSM dikenal sulit ditaklukkan ketika tampil di hadapan pendukungnya sendiri. Ia pun memperkirakan tuan rumah bakal mengerahkan segala kemampuan demi mengamankan kemenangan.
Meski memiliki ikatan emosional dengan PSM, Tavares menegaskan profesionalisme tetap menjadi prioritasnya. Ia tidak ingin kenangan masa lalu mengalihkan perhatian tim dari target yang harus diperjuangkan di lapangan. Begitu pertandingan dimulai, fokus Persebaya sepenuhnya tertuju pada permainan dan upaya meraih hasil terbaik.
Bagi Tavares, status sebagai mantan pelatih PSM bukanlah modal istimewa, melainkan bagian dari perjalanan karier yang harus ia tinggalkan sejenak demi membawa Bajul Ijo melewati ujian berat di Parepare.*





