Arema FC Ambil Keputusan Tegas, Marcos Santos Tinggalkan Singo Edan

Tren negatif Arema FC di BRI Super League 2026/27 berujung perpisahan dengan Marcos Santos. Manajemen berharap pergantian pelatih membawa perubahan.(doc Ileague).**

SATUMEDIA.ID – Arema FC mengambil langkah tegas setelah gagal keluar dari periode sulit pada awal BRI Super League 2026/27. Rentetan lima pertandingan tanpa kemenangan, termasuk kekalahan memalukan 1-5 dari Persija Jakarta pada pekan keenam, membuat manajemen memutuskan mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Marcos Santos. Keputusan tersebut diharapkan menjadi titik balik bagi Singo Edan untuk segera bangkit dan kembali bersaing di kompetisi musim ini.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengakui bahwa keputusan melepas Marcos bukan perkara mudah. Terlebih, pelatih asal Brasil tersebut telah memasuki musim keduanya bersama tim dan dianggap cukup memahami karakter sepak bola Indonesia. Namun, hasil yang tak kunjung membaik membuat manajemen menilai Arema FC membutuhkan suasana baru untuk memutus tren negatif. Perpisahan itu pun diputuskan secara profesional dengan mempertimbangkan kepentingan kedua belah pihak.

Yusrinal menjelaskan, evaluasi terhadap Marcos tidak hanya didasarkan pada hasil pertandingan. Manajemen turut mencermati berbagai faktor lain, mulai dari aspek teknis, kondisi psikologis pemain, efektivitas kepemimpinan, hingga dinamika internal tim. Pengalaman pada musim-musim sebelumnya juga menjadi bahan pertimbangan, termasuk ketika sejumlah tanggung jawab penting dalam penyusunan program latihan dan penerapan taktik lebih banyak dijalankan oleh jajaran asisten pelatih, seperti yang pernah terjadi pada era almarhum Coach Kuncoro. Menurutnya, keputusan mengenai posisi pelatih membutuhkan penilaian menyeluruh dan tidak bisa hanya berpatokan pada pandangan publik.

Meski berpisah lebih awal dari kesepakatan semula, Arema FC memastikan hak-hak kontraktual Marcos Santos tetap menjadi perhatian manajemen. Seluruh kewajiban administratif dan urusan kontrak akan diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku. Kini, Singo Edan dihadapkan pada pekerjaan besar untuk menemukan momentum kebangkitan setelah pergantian pelatih, sekaligus memperbaiki performa agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan BRI Super League 2026/27.*

Pos terkait