SATUMEDIA.ID – Persib Bandung menghadapi tantangan besar saat bersiap melakoni laga pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 melawan Garudayaksa FC.
Padatnya jadwal pertandingan membuat tim berjuluk Maung Bandung itu hanya memiliki waktu dua hari untuk memulihkan kondisi pemain sebelum bertanding di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (25/10/2026).
Persib sebelumnya menelan kekalahan 0-1 dari Madura United di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Kamis (22/10/2026). Hasil tersebut membuat skuad asuhan Igor Tolic harus segera bangkit di tengah keterbatasan waktu persiapan.
Kondisi fisik menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan tim pelatih. Selain berpengaruh terhadap stamina, jadwal pertandingan yang rapat juga berpotensi mengganggu konsentrasi pemain dan meningkatkan risiko cedera.
Tolic menegaskan, Persib tidak memiliki banyak waktu untuk larut dalam kekecewaan setelah kehilangan poin dari Madura United. Timnya harus segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya.
“Kami sebenarnya menciptakan banyak peluang, tetapi satu kesalahan membuat kami kalah. Tidak ada waktu untuk terus memikirkan hasil ini. Kami harus segera bersiap menghadapi pertandingan selanjutnya,” kata Tolic dikutip dari laman Persib, Sabtu (24/10/2026).
Minimnya waktu persiapan membuat tim pelatih Persib harus menyusun program pemulihan sekaligus latihan secara efisien. Setelah meninggalkan Pamekasan, rombongan Maung Bandung menempuh perjalanan ke sejumlah kota sebelum tiba di Bogor.
Situasi tersebut menuntut Persib mengatur keseimbangan antara pemulihan fisik dan persiapan taktik. Pasalnya, mereka akan menghadapi lawan yang juga berusaha bangkit setelah mengalami kekalahan besar pada pertandingan sebelumnya.
Garudayaksa Fokus Pulihkan Mental Pemain
Di kubu lawan, Garudayaksa FC juga tengah menghadapi persoalan menjelang pertandingan melawan juara bertahan Persib Bandung.
Garudayaksa baru saja menelan kekalahan telak 0-5 dari Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (21/10/2026). Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pelatih Milos Joksic sebelum timnya menjamu Persib.
Joksic menilai, pemulihan mental pemain menjadi prioritas utama setelah timnya mengalami kekalahan dengan selisih lima gol. Ia mengakui, penampilan Garudayaksa pada babak kedua jauh dari harapan, terutama setelah gol bunuh diri Hamra Hehanussa.
Menurut Joksic, kondisi psikologis pemain harus dibenahi terlebih dahulu sebelum tim melakukan pemulihan fisik dan memperbaiki aspek permainan lainnya.
“Prioritas saya sekarang adalah membangun kembali mentalitas pemain. Setelah itu, barulah kami fokus memulihkan kondisi fisik karena penampilan kami dalam pertandingan terakhir memang sangat buruk,” kata Joksic dikutip dari laman Ileague.
Menghadapi Persib yang berstatus juara bertahan, pelatih asal Serbia itu membuka peluang untuk mengubah susunan pemain demi menyegarkan permainan timnya. Namun, ia mengakui pilihan pemain yang tersedia masih terbatas.
Joksic menyadari, pertandingan melawan Persib bukanlah tantangan mudah. Meski demikian, ia bertekad memaksimalkan waktu persiapan untuk memperbaiki performa Garudayaksa.
Garudayaksa yang berada di peringkat ke-14 klasemen sementara membutuhkan respons positif setelah kekalahan dari Bali United. Karena itu, Joksic berencana membangun kembali kepercayaan diri pemain melalui komunikasi secara personal.
Ia berharap pendekatan tersebut dapat membantu para pemain mengembalikan mental bertanding sekaligus meningkatkan kondisi fisik menjelang laga di Pakansari.
“Saya akan berusaha memberikan yang terbaik dengan berbicara langsung dari hati ke hati kepada para pemain agar mental mereka kembali kuat. Setelah itu, kami akan berupaya memulihkan kondisi fisik dan tampil jauh lebih baik pada pertandingan berikutnya,” ujar Joksic.
Dengan waktu persiapan yang terbatas, kedua tim sama-sama dituntut memaksimalkan proses pemulihan. Persib berusaha bangkit setelah kehilangan poin dari Madura United, sedangkan Garudayaksa berupaya memperbaiki penampilan setelah kekalahan telak dari Bali United.
Pertemuan di Stadion Pakansari pun menjadi ujian bagi kedua pelatih dalam mengelola kondisi pemain, menyusun strategi, dan menjaga mentalitas tim di tengah jadwal kompetisi yang padat.*





