SATUMEDIA.ID – PSIM Yogyakarta akhirnya berhasil mengakhiri penantian panjang untuk meraih kemenangan perdana di BRI Super League 2026/27. Hasil positif itu diraih secara dramatis setelah Laskar Mataram menundukkan Borneo FC Samarinda dengan skor 2-1 pada pekan kedelapan di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (1/11). Sempat tertinggal lebih dahulu akibat gol Asgal Habib pada menit ke-34, PSIM menunjukkan mentalitas pantang menyerah dengan membalikkan keadaan melalui Adrian Purzycki (57′) dan Savio Sheva (64′).
Tiga poin tersebut terasa begitu istimewa bagi PSIM. Pasalnya, dalam tujuh pertandingan sebelumnya, tim asal Yogyakarta itu belum sekalipun merasakan kemenangan setelah hanya mengoleksi dua hasil imbang dan lima kekalahan. Caretaker PSIM, Guntur Cahyo Utomo, tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya dan memberikan apresiasi besar kepada seluruh pemain yang tetap berjuang hingga peluit akhir. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada suporter dan keluarga yang terus memberikan dukungan.
Menurut Guntur, semangat juang para pemain menjadi faktor penting di balik keberhasilan membungkam Borneo FC. Meski sempat dikejutkan oleh gol lawan, PSIM tidak kehilangan kepercayaan diri dan terus menekan untuk mencari peluang. Ia menilai kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan titik awal bagi Laskar Mataram untuk kembali membangun kepercayaan diri dan menunjukkan kapasitas sebagai tim yang kompetitif di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Meski begitu, Guntur mengingatkan anak asuhnya agar tidak terlalu lama larut dalam euforia. Perjalanan kompetisi masih panjang dan PSIM sudah ditunggu tantangan berikutnya, yakni menghadapi Dewa United pada Jumat (6/11). Ia memberikan kesempatan kepada para pemain untuk menikmati kemenangan bersejarah tersebut sejenak sebelum kembali menjalani persiapan. Targetnya jelas, momentum kebangkitan ini harus dijaga agar PSIM tidak kembali terperosok dalam tren negatif.*





