‘Kepada Hati’ Karya Jeje Ritchie, Liriknya Bak ungkapan Hati Sang Bupati untuk Berdamai dengan Kenyataan

Jeje Ritchie Ismail sang drumer Govinda yang kini menjabat Bupati Bandung Barat.(Instagram @Ritchieismail).**

SATUMEDIA.ID – Nama Jeje Govinda selalu menarik perhatian. Bukan hanya karena kiprahnya sebagai Bupati Bandung Barat, tetapi juga karena karya musik yang pernah ia lahirkan jauh sebelum dirinya terjun ke dunia politik.

Salah satunya lagu “Kepada Hati” yang dinyanyikan Cakra Khan dan dirilis sebagai singel pada 17 Januari 2022. Lagu tersebut tercatat melibatkan Ade Govinda dan Jeje Govinda dalam proses penciptaan dan produksinya.

Saat itu, Jeje masih dikenal publik sebagai musisi dan drummer Govinda. Tiga tahun kemudian, perjalanan hidupnya berubah cukup drastis. Jeje yang memiliki nama lengkap Ritchie Ismail resmi dilantik sebagai Bupati Bandung Barat bersama Asep Ismail pada 20 Februari 2025.

Kini, lagu yang pernah menjadi bagian dari perjalanan musik Jeje itu kembali terdengar di layar kaca SCTV setelah “Kepada Hati” menjadi soundtrack sinetron Istri Satu-satunya.

Menariknya, soundtrack tersebut hadir dalam versi Cakra Khan dan versi yang dibawakan Fadhila Intan. Lagu ini pun terasa semakin relevan dengan cerita dalam sinetron yang dipenuhi persoalan cinta, kehilangan, rahasia masa lalu, dan pilihan sulit para karakternya.

“Kepada Hati” membawa pesan tentang seseorang yang berusaha menerima kenyataan pahit dalam hubungan. Ada proses melepaskan, mengikhlaskan, lalu kembali mencoba melangkah setelah mengalami luka.

Pesan tersebut tergambar kuat melalui bagian refrain yang mengajak hati untuk tetap tegar dan tidak kembali terjebak pada cinta yang salah.

Ada pula penggalan yang paling mudah melekat di ingatan pendengar:

“Kepada hati, aku katakan / Jangan jatuh lagi ke hati yang salah”

Lirik tersebut kemudian ditutup dengan harapan agar suatu saat seseorang dapat menemukan hati yang tidak lagi menyakiti.

Nuansa itulah yang membuat lagu ini terasa pas menjadi pengiring kisah Istri Satu-satunya. Konflik antarkarakter dalam sinetron tersebut tidak hanya berbicara tentang hubungan asmara, tetapi juga tentang masa lalu, kehilangan, dan rahasia keluarga.

Bagi Jeje, lagu itu menjadi bagian dari perjalanan sebelum dirinya menyandang jabatan sebagai orang nomor satu di Kabupaten Bandung Barat.

Jika “Kepada Hati” dirilis pada 2022, maka saat lagu tersebut pertama kali diperdengarkan ke publik, Jeje masih berada di dunia hiburan. Baru pada 2025, ia resmi memasuki babak baru sebagai Bupati Bandung Barat.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail bersama Wakil Bupati Asep Ismail silaturahmi ke rumah H. Ase Rukmantara di Desa Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, Senin (25/8/2025).(Istimewa).**

Perubahan perjalanan tersebut membuat lagu “Kepada Hati” memiliki cerita tersendiri ketika kembali diperdengarkan publik saat ini.

Dari panggung musik hingga kursi kepala daerah, karya Jeje yang berbicara tentang menerima kenyataan dan terus melangkah itu kini kembali hadir menemani kisah cinta di layar kaca.

Tak heran jika kemunculan kembali lagu tersebut membuat publik ikut mengingat sosok Jeje Govinda sebelum dikenal sebagai Jeje Ritchie Ismail, Bupati Bandung Barat.

Berikut lirik lengkap Kepada Hati:

Ku berhenti di batas ini
Antara cinta dan mimpi bersamamu
Aku sadari kini, bahwa memang hatimu
Bukan untukku

Ku kembali kepada sunyi
Kuikhlaskan semua pada takdir
Tuhan pasti tahu yang terbaik untukku
Tenanglah hatiku

Tegarlah diri walaupun perih
Berjalanlah lagi sejauh mungkin
Hingga suatu hari nanti pasti bertemu
Dengan hati yang tak menyakiti

Kugenggam hati dan sakit ini
Memang suratan, tak bisa ku memaksa
Tuhan pasti tahu yang terbaik untukku
Tenanglah hati

Tegarlah diri walaupun perih
Berjalanlah lagi sejauh mungkin
Hingga suatu hari nanti pasti bertemu
Dengan hati yang tak menyakiti

Tegarlah diri walaupun perih
Berjalanlah lagi sejauh mungkin
Hingga suatu hari nanti pasti bertemu
Dengan hati yang tak menyakiti

Kepada hati, aku katakan
Jangan jatuh lagi ke hati yang salah
Hingga suatu hari nanti pasti bertemu
Dengan hati yang tak menyakiti

Dengan hati yang tak menyakiti.*

Pos terkait