Bupati Jeje Ritchie Perintahkan Kadisperindag Rutin Monitoring Harga dan Stok Kepokmas

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail didampingi Sekda KBB Ade Zakir menanyakan harga dan stok beras kepada pedagang di Pasar Tagog Padalarang, Rabu (5/3/2025). (Dok. Diskominfotik KBB).**

SATUMEDIA.ID – Jeje Ritchie Ismail untuk pertama kalinya sejak menjabat sebagai Bupati Bandung Barat blusukan ke pasar tradisional, Rabu (5/2/2025). Memonitoring harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Pasar Tagog Padalarang.

“Pagi ini, kami melakukan peninjauan dan monitoring ke Pasar Tagog Padalarang untuk memastikan stabilitas harga dan ketersedian stok bahan kebutuhan pokok diawal Ramadan ini,” kata Jeje Ritchie Ismail.

Selama melakukan pemantauan, Jeje didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Ade Zakir, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) KBB Ricky Riyadi, Plt Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) KBB Wiwin Apriani.

Jeje menjelaskan, monitoring kepokmas sebagai tindaklanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto tentang penguatan perekonomian dan ketahanan pangan pada retreat kepala daerah di AKMIL Magelang beberapa hari lalu serta hasil Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi dengan Menteri Dalam Negeri, Selasa (4/3/2025).

Hasil monitoring diketahui harga dan ketersediaan berbagai bahan kebutuhan pokok masih relatif aman meski ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga.

“Para pedagang mengatakan bahwa tingkat harga dan ketersedian stok masih relatif aman meski ada beberapa komoditas yang mulai melonjak harganya, salah satunya harga cabe yang mulai sulit untuk dikendalikan,” terangnya.

Menurut para pedagang, kata Jeje, kenaikan harga merupakan hal yang biasa terjadi menjelang dan diawal Ramadan.

Lonjakan kenaikan harga akan lebih terasa pada seminggu sebelum dan setelah Hari Raya Idulfitri akibat tingginya permintaan pasar terhadap berbagai bahan kebutuhan pokok.

“Para pedagang mengatakan lonjakan harga kebutuhan pokok merupakan hal yang biasa terjadi, terutama menjelang dan diawal Ramadan serta sebelum dan setelah Idulfitri. Tapi, kami pemerintah daerah akan terus berusaha melakukan stabilitas harga agar tidak memberatkan masyarakat terutama ketika hari raya,” ungkapnya.*

 

Pos terkait