SATUMEDIA.ID – Pencarian Opa (61), petani yang tertimbun longsor di Kampung Cimanggu RT 01/ RW 16, Desa Campakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga Rabu (1/5/2024) sore belum membuahkan hasil.
Untuk pencarian jasad warga Kampung Tangkil, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikalongwetan, KBB ini melibatkan 200 personel tim SAR gabungan. Terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI-Polri termasuk K9, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, relawan dan masyarakat.
Salah satu anak korban, Ai Rosmini mengatakan, pihak keluarga sudah ikhlas jika jasad bapaknya tidak ditemukan. Sesuai standar operasional pencarian akan dihentikan jika selama tujuh hari tidak ditemukan.
“Upaya pencarian sudah dilakukan semaksimal mungkin. Katanya, pencarian akan dihentikan pada hari ketujuh sementara sekarang sudah memasuki hari kelima,” kata Ai, Rabu (1/5/2024).
“Ya sekarang mau bagaimana lagi pencarian sudah maksimal. Kami sekeluarga sudah menerima, kami ikhlas,” lirihnya.
Ia menyebut, pada saat kejadian bapaknya sedang membetulkan saluran air di sawah miliknya. Ketika itulah tiba-tiba bukit longsor dan langsung menerjang bapaknya.
“Padahal adiknya bapak sudah mengingatkan jangan membetulkan saluran air karena waktu itu sedang turun hujan deras. Malah dua pemancing yang tak jauh dari lokasi kejadian juga ikut mengingatkan,” tuturnya.
Terpisah, Kepala Seksi Kedaruratan pada Badan Penanggulanhan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Amas Winata mengatakan pada pencarian hari kelima tidak hanya difokuskan pada titik dimana korban dinyatakan hilang tersapu longsor.
“Tim SAR gabungan juga menyusuri aliran Sungai Cimeta sepanjang lebih dari 10 kilometer hingga ke Desa Sumur Bandung, Kecamatan Cipatat. Penyisiran ini dilakukan karena tidak tertutup kemungkinan tubuh korban terhempas material longsor hingga ke sungai,” kata Amas.*

