Petir Menyambar Rumah di Bandung Barat, 2 Bocah Terluka Parah

Alina bocah berumur 6 tahun asal Kecamatan Cipeundeuy, KBB harus menjalani perawatan intensif di RSHS Bandung akibat tersambar petir.(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Mungkin pepatah itu tengah dialami keluarga Gopur (47) warga Kampung Sukawening RT 001/RW 005, Desa Ciharashas, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Gopur kini tengah mendapat cobaan berat. Dimana, kedua anaknya sudah dari seminggu dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Kedua buah hati Gopur, masing-masing bernama Noval Al-Qodri (10) dan Alina Faiza (6) dirawat bukan karena terserang penyakit. Namun, tersambar petir pada Jumat (28/2/2025) sore.

Petir menyambar bagian dapur rumah hingga tembus ke dalam. Tidak hanya sekadar merusak atap rumah juga tembus ke lantai. Malangnya, pada saat kejadian, di dapur ada Noval, Alina, dan Nia Parida istri Gopur.

“Petir sempat menyambar pohon kelapa, sebelum akhirnya menghantam asbes dapur dan tembus ke dalam rumah. Pada saat kejadian, kedua anak saya dan istri tengah berada di dapur. Noval dan Alina baru selesai makan, sementara istri tengah mencuci daging ayam. Anak saya tersambar langsung, sementara istri berhasil selamat dari kejadian itu,” kata Gofur kepada Satumedia, Minggu (9/3/2025).

Kedua anaknya langsung terkapar dengan luka bakar hampir di sekujur tubuhnya. Dahsyatnya kekuatan petir sampai merusak lantai rumah.

Dari video yang dikirim Gopur, badan, kaki dan tangan anaknya terlihat dibalut perban. Kondisinya sangat memprihatinkan.

“Noval dan Alina mengalami luka bakar dihampir sekujur tubuhnya. Paling parah anak bungsu saya, Alina sampai harus cuci darah. Untung golongan darah saya sama dengan Alina,” ucap Gopur yang kesehariannya berprofesi sebagai kuli harian lepas di toko sembako.

Praktis, selama anaknya dirawat, penghasilan Gopur terganggu. Bahkan, pengeluarannya bertambah karena harus mengeluarkan ongkos dari Cipeundeuy ke RSHS. Belum lagi, bekal selama menunggu di rumah sakit.

“Alhamdulillah-nya, biaya pengobatan ditanggung penuh BPJS Kesehatan,” lirihnya.

Ketika ditanyakan bantuan dari pemerintah, Gopur mengaku hingga kini belum ada. Sejak kejadian hingga kini, bapak enam anak ini berjuang sendiri.

“Yang terpenting bagi saya, anak cepat sembuh. Mohon doanya saja,” ucapnya.*

Pos terkait