SATUMEDIA.ID – Guru honorer yang tergabung dalam Forum Persatuan Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Bandung Barat menaruh harapan besar kepada Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail dan Wakil Bupati Asep Ismail untuk bisa memperbaiki masa depan mereka.
Harapan besar itu disampaikan Ketua Forum Persatuan Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Bandung Barat, Nurjaman (36). Organisasi para guru honorer ini pun bersurat resmi agar bisa audensi dengan orang nomor satu di Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini.
“Kami sudah menyurati pak bupati pada 24 Februari 2025 lalu. Tapi memang sampai hari ini belum mendapat jawaban. Mudah-mudahan saja ada jawaban, sehingga kami bisa menyampaikan aspirasi ke pak bupati,” kata Nurjaman di Ngamprah, Senin (17/3/2025).
Tidak hanya ke bupati, forum guru honorer ini juga menyurati Persatuan Guru Republik Indonesia (PGR) KBB namun belum ada respons maupun jawaban hingga saat ini.
“Tapi sama, baik pak bupati maupun PGRI KBB belum memberikan jawaban atas surat yang kami layangkan. Padahal kami hanya sekadar menyampaikan nasib kami, tak lebih dari itu,” keluh guru honorer asal Cikalongwetan ini.
Ia terang-terangan menyebut, sampai saat ini baru Komisi IV DPRD KBB yang sudah menunjukkan kepeduliannya kepada guru honorer.
“Malah kami difasilitasi Komisi IV yang dipimpin Ibu Nur Djulaeha beraudensi dengan DPR RI dan Dirjen GTK,” ucapnya.
Diakuinya, sampai saat ini, ratusan guru honorer di KBB belum mendapat kepastian tentang status R2 dan R3. Apalagi, sekarang Kemenpan RB menerbitkan pemunduran penerbitan SK CPNS dan PPPK.
“Itu yang sudah lulus juga dipermainkan apalagi kita. Yang sudah ada formasinya dipermainkan apalagi kita yang tidak lulus. Makanya, karena dari pusat mengintruksikan untuk bertanya ke Pemda, oleh karena itulah kita menyurati pak bupati,” sebutnya.
Diketahui, anggota Forum Persatuan Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Bandung Barat berjumlah 889 guru honorer. Banyak dari mereka yang sudah mengabdi puluhan tahun.*





