SATUMEDIA.ID – Pada H+2 Idulfitri terjadi penurunan volume kendaraan yang masuk ke Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Selasa (1/4/2025).Menurun drastis ketimbang hari H lebaran dan momen Idulfitri tahun lalu.
“Jika dipersentase terjadi penurunan sekitar 20 persenan, hari ini lebih lengang intinya. Mungkin masih banyak yang bersilaturahmi dan baru berwisata besok.Memang terlihat ada dari pelat nomor dari luar kota. Pemudik lokal berikut wisatawan,” kata KBO Sat Lantas Polres Cimahi, Iptu Bayu Subakti di Lembang.
Sementara itu, sempat turun hujan lebat di wilayah Lembang menyebabkan lalu lintas di Jalan Raya Lembang menjadi lengang.
Ia memprediksi puncak kunjungan wisatawan ke Lembang bakal terjadi pada H+3 dan H+4 Idulfitri mendatang.
Ia mengingatkan kepada para wisatawan, jika terjadi hujan lebat agar tak melewati jalan alternatif menuju Lembang, Pasalnya, kontur jalannya sempit, menanjak dan menurun curam, sehingga rawan kecelakaan
“Kami mengimbau kepada wisatawan agar menggunakan jalur arteri saja jika hendak menuju ke Lembang. Hindari jalur alternatif apalagi dalam kondisi cuaca hujan seperti ini,” kata Iptu Bayu Subakti.
Beberapa jalur alternatif menuju ke Lembang di antaranya Jalan Dago Bengkok dari Dago, Kota Bandung, Jalan Punclut dari arah Bandung, serta Jalan Kolonel Masturi dari arah Cimahi dan Padalarang.
Sehari sebelumnya, kepadatan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Lembang. Kendaraan harus berjalan perlahan di simpang Beatrix dari arah Kota Bandung. Pun demikian di Jalan Grand Hotel Lembang
Pantauan di Jalan Raya Lembang pada Senin (31/3), kepadatan kendaraan terlihat di area menuju objek wisata Farmhouse.
“Kepadatan volume kendaraan terjadi di tiga titik, meliputi Simpang Beatrix, area objek wisata Floating Market, dan Jalan Rasa Lembang di objek wisata Mini Mania,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Cimahi, Ipda Yusup Guatiana.
Ia mengungkapkan , tak hanya pengendara lokal yang masuk ke wilayah Lembang tapi juga dari luar Bandung Raya. Terlihat dari pelat nomor kendaraan, seperti B atau nomor Jakarta.
“Dari pelat nomor kendaraan banyak dari luar Bandung Raya. Jadi kemungkinan banyak kendaraan pemudik lokal juga wisatawan,” tukasnya.*



