Laptop Merah Putih Hasil Kolaborasi ITB, Axioo, dan Intel Gunakan Komponen Asli Indonesia

Penyerahan Komponen Laptop Tridarma Perguruan Tinggi di Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat antara Axioo dan ITB di Jakarta, pada Selasa (6/5/2025).(Sok.Humas ITB).**

SATUMEDIA.ID – Sejak 2021 pemerintah telah mencanangkan pengadaan laptop, khususnya untuk SD, SMP, dan SMA. Saat ini, laptop menjadi salah satu perangkat inti untuk pendidikan.

Pemerintah kemudian menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam pengembangan Laptop Merah Putih. Laptop Merah Putih sendiri merupakan salah satu upaya dari Pemerintah Indonesia untuk meningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Tujuan utama pengembangan Laptop Merah Putih, selain untuk meningkatkan TKDN adalah sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada impor laptop luar negeri serta mendukung kemajuan industri Teknologi dan Informasi (TIK) dalam negeri.

Kini, proyek strategis Laptop Merah Putih, hasil kolaborasi antara ITB, PT. Tera Data Indonusa, Tbk. (Axioo), dan mitra teknologi Intel, terus menunjukkan kemajuan penting dalam upaya membangun kemandirian teknologi dalam negeri.

Sebagai bagian dari proses hilirisasi hasil riset dan inovasi kampus, telah dilakukan Penyerahan Komponen Laptop Tridarma Perguruan Tinggi di Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat antara Axioo dan ITB di Jakarta, pada Selasa (6/5/2025).

Acara ini dihadiri oleh Rektor ITB, Prof. Dr. Tatacipta Dirgantara, M.T.; Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D.; serta Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Irwan Meilano, S.T., M.Sc.

Rektor ITB, Prof. Tatacipta menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian ini dalam acara serah terima desain referensi komponen Laptop Merah Putih. Beliau menekankan bahwa proyek ini merupakan contoh nyata bagaimana universitas dapat berperan aktif dalam pengembangan dan hilirisasi teknologi yang berdampak langsung pada industri.

“Semoga tim-tim lainnya dapat belajar dari proses dan pengetahuannya untuk terus membangun Indonesia sebagai negara yang mandiri secara teknologi,” ujar Prof. Tata melalui siaran pers.

Diketahui, Laptop Merah Putih dikembangkan oleh konsorsium yang terdiri dari lima perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH), yakni ITB, Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), dan Telkom University (Tel-U). Konsorsium ini bekerja sama dengan industri dalam negeri untuk merancang dan memproduksi laptop yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan di Indonesia.

Meskipun menggunakan komponen buatan Indonesia, pengembangan Laptop Merah Putih tetap mengadopsi teknologi terbaru. Kepala Pusat Mikroelektronika ITB, Ir. Adi Indrayanto, M.Sc., Ph.D., menyatakan bahwa dengan adanya komponen asli Indonesia, nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) akan meningkat, yang merupakan kontribusi ITB dalam teknologi industri perangkat IT nasional.

“Harapannya, keberadaan Laptop Merah Putih ini dapat menjadi cikal bakal kemandirian teknologi nasional yang berkelanjutan,” kata Adi Indrayanto.*

Pos terkait