Aroma Ketenaran Kopi Gununghalu Terancam Memudar

Seorang petani kopi di Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah menjemur biji kopi, Sabtu (21/6/2025).**

SATUMEDIA.ID – Kopi Gununghalu yang tumbuh di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) sudah terkenal tak hanya di Indonesia tapi hingga ke mancanegara.

Semenjak tahun 2012 sudah diekspor ke sejumlah negara di Eropa, Asia Tenggara, Amerika, dan Timur Tengah. Bahkan kopi jenis  Arabika ini mendapat penghargaan Outstanding Achievment dari International Open  Barista Championship (IOBC).

Berdasarkan catatan Satumedia, pengembangan kopi di Kabupaten Bandung Barat difokuskan  di 4 kecamatan yaitu, Lembang, Sindangkerta, Gununghalu, dan Cikalongwetan. Kesesuaian iklim dan lahan di Bandung Barat cocok untuk pengembangan budidaya kopi.

Namun kini, di balik nama harum kopi Gununghalu terungkap fakta bahwa perkembangannya mulai meredup. Banyak faktor yang menjadi penyebabnya.

“Ketika kopi Gununghalu sedang booming
tidak ditindaklanjuti dengan pengembangan bisnis oleh fasilitatornya. Jadinya ya, seperti sekarang ini,” ucap salah satu produsen Kopi Gununghalu, Asep Jakaria (32) di Kampung Sukalaksana RT 02/RW 21, Desa Sirnajaya, Kecamatan Gununghalu, Sabtu (21/6/2025).

Ia menyebut, fasilitator hanya memanfaatkan yang sudah ada, setelah itu tidak dilanjutkan. Alhasil, usaha kopi Gununghalu ini, kini tidak terlalu diminati, khususnya di sebagian generasi muda.

Mestinya, lanjut Asep, agar Kopi Gununghalu menarik minat warga untuk mengembangkannya harusnya ditunjang
dengan keberadaan sentra dan agro wisata.

“Pasca go internasional para fasilitator sempat mengusung konsep yang disebut Desa Wisata Sekolah Kopi Gununghalu. Bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pariwisata berbasis edukasi dan kelestarian lingkungan. Namun sampai sekarang belum terealisasi,” tuturnya.

Dikatakannya, walaupun tidak pernah terealisasi, para wirausahawan muda di kampungnya berinisiatif untuk kembali memutar roda perekenomian dari sektor Kopi Gununghalu.

“Kami masih optimistis bahwa Kopi Gununghalu masih dapat terus berkembang. Bersama sejumlah pemuda
berinisiatif untuk kembali memutar roda ekonomi dari kopi,” ujarnya.

Menurutnya, keuntungan dari bisnis kopi ini cukup menjanjikan meskipun masih dengan skala kecil.

“Memang tidak semua tertarik, tapi ada juga yang tertarik. Hanya saja tidak berkembang lantaran tak dibarengi dengan edukasi untuk mengembangkan bisnis kopi ini,” pungkasnya.*

 

Pos terkait