Mayoritas Jemaah Haji Indonesia Berprofesi Ibu Rumah Tangga

Sebanyak 441 calon jemaah haji asal KBB yang tergabung dalam kloter 17 JKS Embarkasi Haji Bekasi diberangkatkan dari Pusdikkav Padalarang, KBB pada Kamis (8/5/2025).(Dicky Mawardi/Satumedia).**

SATUMEDIA.ID – Total jemaah haji Indonesia pada tahun 1446 H/2025 sebanyak 203.149 orang yang tergabung dalam 502 kelompok terbang.

Dikutip dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), jemaah haji perempuan mendominasi dengan jumlah 112.838 orang (55,54%), sementara jemaah laki-laki berjumlah 90.311 orang (44,46%).

Kepala Seksi Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja Makkah Dodo Murtado mengungkapkan, jemaah haji Indonesia berlatar belakang banyak profesi, mulai dari pegawai swasta, PNS, petani, pedagang, pegawai BUMN, pensiunan, hingga yang masih berstatus pelajar.

“Namun, mayoritas jemaah berstatus ibu rumah tangga yaitu 54.927 orang, disusul pegawai swasta 44.421 orang, PNS 39.580 orang, petani 23.792 orang dan profesi sebagai pedagang 19.042 orang,” kata Dodo dalam keterangan persnya di Makkah, Rabu (25/6/2025).

Ia menjelaskan, dari segi usia, ada 44.085 jemaah yang masuk kategori lansia dengan usia 65 tahun ke atas, komposisinya jemaah haji laki-laki berjumlah 21.176 orang dan 22.909 jemaah perempuan.

Dari rentang usia, ia melanjutkan, jemaah haji tertua tahun ini berumur 108 tahun dan jemaah termuda 17 tahun. Mayoritas jemaah haji lansia 50% berada pada rentang usia 65 – 70 tahun.

“Di rentang usia ini, jumlah jemaah perempuan lebih banyak yaitu 12.826 orang, dan jemaah laki-laki berjumlah 11.772 orang. Ada selisih jumlah, meski tidak terlalu besar,” ucapnya.

Dari sisi pendidikan, mayoritas jemaah haji Indonesia yang berangkat pada tahun ini berpendidikan Sekolah Dasar sebanyak 56.833 orang, disusul SMA berjumlah 52.796 orang, lulusan Sarjana Srata 1 sebanyak 50.266 orang dan berpendidikan hingga SMP berjumlah 10.126 orang.

“Sisanya, berpendidikan diploma, S2, S3, dan lainnya,” ungkapnya dikutip dari laman Kemenag RI

Tahun ini, ia mengungkapkan, jemaah haji penyandang disabilitas berjumlah 472 orang dengan kategori disabilitas kaki sebanyak 303 orang (64.19%), tangan 102 orang (21.61%) dan disabilitas kaki, tangan sebanyak 67 orang (14.19%).

“Sementara, jumlah jemaah kategori lanjut usia pada tahun ini berjumlah 44.163 , terbanyak pada rentang usia 65 – 70 tahun berjumlah 24.598 orang (56%), usia 50 – 60 tahun 14.277 orang (32%), menyusul usia 81-90 (4.963) jemaah dan usia di atas 90 tahun (297) jemaah. Secara umum, jemaah lansia ini masuk kategori jemaah dengan risiko tinggi/risti.,” tuturnya.

Sementara itu, mayoritas jemaah haji tahun ini belum pernah haji dengan jumlah 199.769 orang atau 98,34% dan hanya 1,66% atau 3.380 orang yang pernah berhaji.

“Gambaran dari profil jemaah ini menuntut kerja keras petugas haji dalam upaya memberikan layanan terbaik kepada jemaah haji,” pungkasnya.*

 

 

Pos terkait