SATUMEDIA.ID – Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menerima kiriman bangkai anjing dari pihak tidak dikenal. Dikirim dalam bentuk paket melalui ojek online.
Bangkai anjing dikemas dalam sebuah kardus dan dilapisi kantong kresek berwarna hitam yang didalamnya terdapat amplop berisi uang koin Rp1000.
Paket menghebohkan itu diterima langsung Ketua LAKI KBB, Gunawan Rasyid pada Jumat (11/2025 pukul 21.26 WIB malam.
“Paketnya diterima malam kemarin, ketika kami jajaran pengurus sedang konsolidasi program LAKI. Saat itulah ada driver ojol yang menanyakan sekretariat LAKI,” kata Gunawan Rasyid saat ditemui, Sabtu (12/7/2025).
Padahal, lanjut Gunawan, dirinya tak pernah memesan barang. Malah tidak ada telepon atau juga pesan apapun.
“Hari itu, saya tidak pernah memesan barang apapun. Tapi tiba-tiba mendapat kiriman barang dari pengirim tidak dikenal,” ujarnya.
Merasa tak pernah memesan barang, Gunawan Rasyid yang akrab dipanggil Guras ini sengaja membuka paket disaksikan driver ojol.
Dalam dus terdapat barang yang dibungkus keresek hitam. Begitu dibuka ternyata bangkai anjing yang darahnya masih segar
“Saat paket dibuka disaksikan petugas keamanan di sini. Ternyata dalamnya ada bangkai anjing yang masih mengeluarkan darah segar. Sekarang bangkai anjingnya sudah di kubur tak jauh dari sekretariat LAKI,” sebutnya.
Selain bangkai anjing dengan corak hitam putih, dalam paket tersebut juga berisi amplop bertuliskan alamat Sekretariat LAKI KBB Perumahan Prima Citapen, Blok A-5 No.18 lengkap dengan nama dan nomor handphone dirinya.
“Dalam amplop berisi uang koin Rp1000. Teror ini bagi saya adalah sebuah intimidasi dan tekanan. Ini tidak boleh terjadi dan kita juga tidak boleh menganggap enteng karena ini menyangkut nyawa dan keluarga besar LAKI,” tegasnya.
Ia menyebut, dua hari sebelum menerima teror paket bangkai anjing, LAKI menggelar aksi unjuk rasa soal Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB pada 9 Juli 2025.
“Saya berasumsi paket ini merupakan teror, mengingat LAKI baru menggelar aksi demonstrasi terkait Dinas PUTR KBB pada 9 Juli 2025 kemarin,” sebutnya.
Ia menegaskan, pihaknya membawa kasus ini ke ranah hukum dengan membuat laporan ke Polres Cimahi dan Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) III/5-1 Cimahi.
“Saya sudah melaporkan kasus ini ke pihak berwajib, yakni Mapolres Cimahi dan Subdenpom Cimahi juga sebagai langkah antisipasi,” tukasnya.*