SATUMEDIA.ID – Tradisi ritus upacara ruat jagat digelar masyarakat Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) bertepatan dengan Milangkala Desa Mekarwangi ke-42, Sabtu (13/9/ 2025).
Tradisi ritus upacara ruat jagat sebagai simbol wujud rasa syukur masyarakat atas karunia Tuhan Yang Maha Esa. Upacara ini juga merupakan ungkapan rasa terima kasih kepada para leluhur yang telah mewariskan adat dan budaya.
Ketua Lembaga Adat Desa Mekarwangi, Abah Iyus Yuswana, menjelaskan bahwa ritus upacara ruat jagat ini dimaksudkan sebagai permohonan dan rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
” Upacara ini juga merupakan ungkapan rasa terima kasih kepada ibu pertiwi dan semesta yang di dalamnya terdapat berbagai macam makhluk yang satu kesatuan dengan manusia,” kata Abah Iyus.
Dalam upacara ruat jagat ini, sesaji yang lengkap diperlukan, termasuk kukus, menyan atau dupa, bambu kuning, daun hanjuang, daun jawer kotok, serta tumbuh-tumbuhan alam lainnya. Selain itu, ada juga cau (pisang) manggala, tiwu (tebu), dan lain sebagainya yang melengkapi ritual ini.
Abah Iyus mengungkapkan bahwa tradisi ini perlahan mulai hilang lantaran tergilas zaman. Generasi muda saat ini lebih menginginkan hal-hal yang serba instan dan tidak ingin ribet, padahal dalam ruatan itu harus ada sesaji yang lengkap.
“Kami berkomitmen untuk melestarikan tradisi ini sebagai bagian dari warisan budaya yang berharga. Upacara ruat jagat ini diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai simbol rasa syukur dan keselamatan bagi masyarakat Desa Mekarwangi,” pungkasnya.*