SATUMEDIA.ID – Bale Seni Barli menggelar acara “DIUSIK” atau Diskusi Seputar Musik spesial International Jazz Day 2024. Acara ini mengambil tema “Menghidupi Jazz dan Bagaimana Kita Hidup dari dan Bersama Jazz?”.
Acara tersebut diselenggarakan di Bale Seni Barli, Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Sabtu (18/5/2024).
Menampilkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu
Dr. Dody Mohamad Kholid, S. Pd, M.Sn (Akademisi, Dosen, Ketua Prodi Pendidikan Seni Musik Universitas Indonesia), Arnie Christanti (Pemusik), dan Dwi Cahya Yuniman (Pengiat Jazz, Klab Jazz Bandung).
“Tujuan dari penyelenggaraan acara ini, untuk berdiskusi sekaligus pula menampilkan bakat seni di masyarakat.
Ini menjadi DIUSIK kedua dan juga International Jazz Day kedua yang diselenggarakan oleh Bale Seni Barli,” kata inisiator acara Ringga Hardika saat dihubungi, Minggu (19/5/2024).
Ia mengungkapkan, hal yang menarik dibahas dalam diskusi tentang bakat-bakat di Bandung Raya yang terjun di musik jazz. Namun, selama ini pemusik pada umumnya dan pemusik jazz khususnya belum bisa hidup dari musik atau jazz.
“Sebagian besar adalah “branding” dalam mengedepankan perbedaan musik dari pemusik lain. Fenomena yang terjadi saat ini, musik jazz seakan ramai digandrungi masyarakat Indonesia namun ketika komunitas atau EO lokal menyelenggarakan jazz menjadi sepi peminat,” kata Ringga.
Diakuinya, untuk saat ini belum memungkinkan menyelenggarakan jazz dihadiri banyak penonton. Namun langkah yang dapat membantu mendatangkan lebih banyak penonton salah satunya adalah menampilkan artis yang bersifat selebriti.
“Hanya tentu akan mengurangi kaidah jazz nya itu sendiri,” ucapnya.
Terlepas dari itu semua, Ringga menyebut, bahwa jazz itu sangat luas, dan bebas sehingga berujung pada kepuasan dan kebahagiaan. Hal yang mempersempit dan mempersulit adalah frame-frame subjektivitas yang menggeneralisir keseluruhan dari sudut pandang wawasan, pengalaman dan pendalaman individu yang terbatas dan tidak berdasar pada hal empirik.
Sementara itu, rangkaian acara diramaikan dengan penampilan sejumlah musisi Jazz tidak hanya dari Bandung Raya juga talenta-talenta dari Cirebon, Sukabumi dan Garut.
Diantaranya Mustakaweni Traditional Dance, Twelve feat Sammy Kurniawan & Opick Bape, DJ Arrome feat Meisya, dan Ringga Hardika Trio feat Arfan Gates & Richie. Musik yang dimainkan mulai dari jazz balada, jazz kontemporer hingga avant garde jazz.
Pada acara tersebut dihadiri perwakilan dari Kota Baru Parahyangan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, serta komunitas-komunitas di Bandung Raya.*
