SATUMEDIA.ID – Puluhan siswa SMK Pembangunan Bandung Barat, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) diduga mengalami keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (22/9/2025).
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus memberikan dukungan moral kepada para siswa dan keluarga yang terdampak.
“Saya turut prihatin dan mendoakan agar seluruh siswa yang sakit segera pulih. Pemerintah daerah akan memastikan penanganan dilakukan sebaik mungkin,” ujar Bupati Jeje dalam keterangan tertulis, Senin (22/9/2025).
Berdasarkan laporan Puskesmas Cipongkor hingga pukul 17.34 WIB, tercatat 72 pasien datang untuk mendapat perawatan, sementara 24 orang lainnya harus dirujuk ke RSUD Cililin karena membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Saat ini, fokus utama Pemkab Bandung Barat adalah memastikan keselamatan dan pemulihan para korban. Dinas Kesehatan bersama tim medis telah bergerak cepat menyiagakan tenaga kesehatan dan fasilitas perawatan darurat.
Sementara itu, investigasi untuk mengetahui penyebab pasti keracunan terus dilakukan. “Prioritas utama adalah keselamatan siswa. Namun, kami juga akan menuntaskan penyelidikan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Jeje.
Pemerintah daerah juga aktif berkoordinasi dengan pihak sekolah dan keluarga korban untuk memastikan proses penanganan berjalan lancar.
Diberitakan sebelumnya, Terkait dengan kejadian itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB menyiagakan posko darurat di dua lokasi, yakni Puskesmas Cipongkor sebagai posko pertama, yang berfungsi sebagai pusat penanganan awal.
Kemudian, Kantor Kecamatan Cipongkor sebagai posko kedua, untuk koordinasi dan dukungan logistik. Selain itu, Puskesmas Citalem dan Gununghalu juga dipersiapkan sebagai fasilitas rujukan untuk menampung lonjakan pasien.
“Langkah cepat ini diharapkan mampu memperkuat respons darurat sekaligus memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pelayanan kesehatan dengan cepat dan tepat,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) KBB, dr. Lia N. Sukandar.*





