Batik Mega Mendung Hiasi Perjalanan Whoosh

Sejak awal beroperasi, Whoosh telah menghadirkan batik pada desain kursi hingga seragam petugas, sebagai simbol komitmen perusahaan dalam melestarikan warisan budaya bangsa.(Dok.KCIC).**

SATUMEDIA.ID – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) turut memeriahkan Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober dengan menghadirkan sentuhan batik dalam layanan kereta cepat Whoosh.

Hingga kini, lebih dari 11,7 juta penumpang telah menikmati pengalaman perjalanan bukan hanya dari sisi kecepatan dan kenyamanan, tetapi juga suguhan budaya melalui motif batik yang melekat pada Whoosh.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menegaskan bahwa batik adalah kebanggaan nasional yang harus terus dikenalkan kepada masyarakat luas. Sejak awal beroperasi, Whoosh telah menghadirkan batik pada desain kursi hingga seragam petugas, sebagai simbol komitmen perusahaan dalam melestarikan warisan budaya bangsa.

“Melalui momentum Hari Batik Nasional, KCIC berkomitmen memperkenalkan motif batik khas Indonesia kepada jutaan penumpang. Whoosh bukan hanya kebanggaan transportasi modern Indonesia, tetapi juga etalase budaya yang mengharumkan nama bangsa di mata dunia,” ujar Eva dalam keterangan tertulis yang dikutip, Jumat (3/10/2025).

Motif yang dipilih pada layanan Whoosh adalah Batik Mega Mendung, batik ikonik khas Cirebon yang merepresentasikan identitas Jawa Barat yang merupakan kawasan mendominasi pada perjalanan Whoosh.

Motif ini tidak hanya memperindah tampilan interior, tetapi juga menghadirkan nuansa budaya lokal dalam moda transportasi modern. Mega Mendung berasal dari “mega” yang berarti awan besar dan “mendung” berarti awan sarat air hujan dan melambangkan kesejukan, ketenangan hati, serta harapan akan kesuburan, sekaligus mengajarkan pengendalian diri dan menjaga suasana damai. Bagi KCIC, Mega Mendung juga mencerminkan optimisme dan kerjasama untuk menjaga hubungan harmonis dalam setiap pelayanan.

Batik Mega Mendung hadir dalam setiap kelas layanan Whoosh. Pada kursi First Class motif Mega Mendung dibordir pada kursi abu-abu berbahan faux leather, di Business Class terdapat laser cut motif batik Mega Mendung pada kursi merah berbahan faux leather, serta Premium Economy Class dengan printing motif batik
Mega Mendung pada kursi abu-abu dan biru berbahan suede. Dengan cara ini, setiap penumpang Whoosh dapat menikmati kenyamanan perjalanan modern yang tetap membawa sentuhan budaya lokal.

Selain pada kursi, batik Mega Mendung juga diaplikasikan pada seragam seluruh frontliner Whoosh, mulai dari train attendant, kondektur, masinis, hingga petugas stasiun.

Para frontliner yang menjadi etalase utama Whoosh bagi jutaan penumpang berperan penting dalam memperkenalkan budaya Indonesia melalui keramahan, pelayanan prima, sekaligus penampilan seragam batik yang digunakan.

Eva menjelaskan, seragam batik Whoosh merupakan hasil kolaborasi KCIC dengan desainer ternama Didiet Maulana serta melibatkan para pengrajin lokal. Langkah ini tidak hanya menghadirkan desain berkelas, tetapi juga menggerakkan ekosistem kreatif dalam negeri sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Whoosh adalah kebanggaan Indonesia sekaligus etalase bangsa di mata internasional. Ratusan ribu penumpang mancanegara telah merasakan langsung layanan ini, dan melalui kursi serta seragam bermotif batik, budaya Indonesia ikut dikenalkan kepada dunia. Kami ingin memastikan Whoosh hadir bukan hanya sebagai moda transportasi modern, tetapi juga sebagai duta budaya bangsa,” pungkasnya.*

Pos terkait