Tanpa Lawan, Aep Sopandi Terpilih Secara Aklamasi Menjadi Ketua IJTI Korda Cimahi – Bandung Barat

Jurnalis BTV, Aep Sopandi terpilih melalui Muskorda sebagai Ketua IJTI Koordinator Daerah (Korda) Cimahi - Bandung Barat periode 2025-2028 di Dago Dreampark Lembang, KBB, Selasa (11/11/2025). (Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Jurnalis BTV, Aep Sopandi terpilih sebagai Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Koordinator Daerah (Korda) Cimahi – Bandung Barat periode 2025-2028.

Aep terpilih secara aklamasi melalui Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) di Dago Dreampark, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (11/10/2025). Muskorda ini menjadi yang ketiga, setelah 2018 dan 2021.

Aep menggantikan jurnalis Metro TV, Edwan Hadnansyah, yang memimpin IJTI Korda Cimahi – Bandung Barat selama dua periode sebelumnya.

Usai terpilih, Aep dalam sambutannya mengatakan, amanah yang diberikan kepadanya bukan hanya menyangkut tanggung jawab, tetapi juga panggilan untuk mengabdi. Baik mengabdi secara profesi, maupun mengabdi untuk masyarakat dan kemajuan daerah, khususnya di Cimahi dan Bandung Barat.

“Saya pribadi merasa terhormat dan bersyukur atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin organisasi ini. Saya akan berupaya mendorong peran jurnalis televisi sebagai agen perubahan sosial yang mencerahkan publik, bukan sekadar penyampai berita,” katanya.

Di era akses informasi tanpa batas, terang dia, tantangan jurnalisme kian kompleks dengan maraknya disinformasi, tekanan ekonomi media, hingga tuntutan publik terhadap kecepatan dan akurasi berita. Namun, Aep meyakini tantangan itu bisa dijawab dengan soliditas dan integritas.

“Kami berkomitmen untuk memperkuat profesionalisme dan etika jurnalistik melalui pelatihan, kolaborasi, dan peningkatan kapasitas anggota. Kami juga berkomitmen menjalin sinergi positif dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta berbagai stakeholder lainnya,” katanya.

Aep menegaskan bahwa IJTI Korda Cimahi – Bandung Barat siap menjadi mitra konstruktif bagi pemerintah daerah, kepolisian, dan seluruh elemen masyarakat. “Dengan tanpa kehilangan independensi dan kritisisme, yang menjadi ruh jurnalisme,” ujarnya.

Dia juga meminta dukungan dan bimbingan dari rekan-rekan jurnalis televisi yang lebih senior dalam menjalankan roda organisasi. Secara khusus, dia bererima kasih kepada Edwan yang telah banyak berjasa dalam mengembangkan IJTI Korda Cimahi – Bandung Barat.

Sementara itu, Edwan mengucapkan selamat kepada Aep dan kepengurusan baru di IJTI Korda Cimahi – Bandung Barat. Dia berharap kepengurusan baru dapat menjaga marwah organisasi, dengan tetap profesional dan membangun sinergitas dengan berbagai pihak.

“Sudah tujuh tahun saya memimpin organisasi ini, sejak dibentuk pada 2018. Banyak hal yang sudah kami lakukan bersama-sama, ketika susah maupun senang. IJTI Cimahi – Bandung Barat sudah menjadi keluarga kedua bagi saya,” ucap Edwan.

Di masa kepemimpinannya, Edwan telah melakukan peningkatan kapasitas dan kompetensi anggota melalui pelatihan dan kegiatan edukatif. Dia juga memperluas jaringan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, maupun sektor swasta.

“Kami juga berinovasi dengan mengembangkan platform digital. Program Podcast IJTI Sangkuriang diselenggarakan secara rutin bersama dengan berbagai narasumber dari pemerintah, akademisi, dan sektor swasta,” kata Edwan, saat menyampaikan laporan pertanggungjawabannya.

Selain itu, Edwan juga telah menggerakkan organisasi dengan berbagai kegiatan untuk kalangan internal dan eksternal. Di antaranya ialah pelatihan video jurnalistik, sosialisasi pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dan seminar edukasi media.

“Tahun lalu kami pun mengadakan lomba video kreatif bertema Pembangunan Kota Cimahi, lalu sosialisasi peran media dalam Pemilu 2024, hingga seminar Ramadhan. Kami rutin mengadakan kegiatan sosial saat Ramadhan, termasuk pembagian sembako bagi anggota,” lanjutnya.

Edwan berpesan kepada kepengurusan baru agar dapat beradaptasi terhadap perkembangan media digital yang sangat cepat. “Saya percaya IJTI bisa mengatasi berbagai tantangan melalui kerja sama internal yang solid dan kemitraan eksternal yang produktif,” tukasnya.

Muskorda IJTI Korda Cimahi – Bandung Barat tersebut turut dihadiri oleh Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan, Ketua IJTI Pengurus Daerah Jawa Barat Iqwan Sabba Romli, serta anggota Dewan Pers Muhammad Jazuli yang juga duduk sebagai Ketua Bidang Organisasi IJTI.

Adapun pelantikan pengurua baru IJTI Korda Cimahi – Bandung Barat disaksikan oleh unsur Forkopimda dari kedua wilayah tersebut. Termasuk Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira, dan Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra.

Turut hadir pula Ketua DPRD Kota Cimahi Wahyu Widyamoko dan Kepala Kejaksaan Negeri Cimahi Nurintan M.N.O. Sirait, serta beberapa kepala dinas di Pemkot Cimahi maupun Pemkab Bandung Barat. Beberapa perwakilan tempat wisata di Cimahi dan Bandung Barat juga hadir.

Muskorda kali ini pun dikemas secara istimewa dengan acara seminar bertajuk “Penguatan Peran Jurnalis Televisi dalam Informasi Kebencanaan dan Pengembangan Wisata Berkelanjutan”. Tema itu dipilih guna meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Sesar Lembang.

Ketua Pelaksana Muskorda, Bayu Rahman mengatakan, Sesar Lembang merupakan ancaman nyata yang perlu perhatian semua pihak. Potensi gempa bumi dari Sesar Lembang itu bukan untuk ditakuti, tetapi harus diwaspadai dan dimitigasi buat mengurangi dampak risikonya.

“Sesar Lembang membentang dari wilayah utara Bandung hingga ke Padalarang, Kabupaten Bandung Barat merupakan sesar aktif yang berpotensi menimbulkan gempa signifikan. Masyarakat harus menyadarinya, sehingga bisa melakukan mitigasi bencana,” kata Bayu.

Di sisi lain, lanjut dia, potensi wisata di kawasan Bandung utara terus berkembang pesat. Tantangan yang muncul kemudian ialah bagaimana pengembangan wisata dapat berkelanjutan, dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.

“Dengan pertimbangan itulah kami mengadakan seminar ini. Harapannya, acara ini bisa mendorong sinergitas yang lebih baik antara pemerintah daerah, lembaga penelitian atau akademisi, pengelola wisata, dan media massa dalam memitigasi potensi Sesar Lembang,” katanya.

Di seminar itu, sejumlah narasumber hadir sebagai pembicara. Di antaranya ialah peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Edi Hidayat dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryarman yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar.*

Pos terkait