SATUMEDIA.ID – Mobil pikap pengangkut sayuran terperosok ke jurang sedalam sekitar 10 meter di jalur tanjakan ekstrem Kampung Cibolang, Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Sabtu (13/12/2025) pagi.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB itu nyaris merenggut nyawa sopir. Korban bahkan sempat tergilas kendaraan sebelum akhirnya pikap meluncur ke dasar jurang. Beruntung, sopir selamat dari insiden tersebut.
Kendaraan diketahui tengah melintas dari wilayah Cibolang untuk mendistribusikan sayuran. Namun, saat berada di tanjakan curam, mesin mobil mendadak mati dan tak mampu menahan beban, hingga akhirnya bergerak mundur secara tak terkendali.
Sopir sekaligus pemilik kendaraan, Deden (40), mengungkapkan dirinya sempat mencoba memperbaiki mobil yang mogok. Namun kondisi jalan yang menanjak membuat situasi berubah cepat.
“Saya sempat berhenti karena mogok dan mencoba memperbaiki. Tapi mobil malah mundur, badan saya sempat tergilas. Alhamdulillah masih diberi keselamatan,” kata Deden.
Laporan kejadian diterima petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Parongpong dari warga sekitar. Ketua Regu Damkar Pos Parongpong, Fanny Firmansyah, mengatakan tim langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.
Ia menyebutkan, proses evakuasi kendaraan membutuhkan peralatan tambahan lantaran posisi mobil berada di dasar jurang dengan kontur medan yang cukup ekstrem.
“Kami turunkan lima personel. Satu unit mobil damkar digunakan sebagai penahan dengan tali tambang besar sambil menunggu mobil derek dari SPN,” ujar Fanny.
Menurutnya, keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi kendala di lapangan. Meski demikian, petugas tetap berupaya mengamankan lokasi agar tidak membahayakan warga sekitar.
“Situasi bisa kami kendalikan, namun memang peralatan masih terbatas. Ke depan kami berharap ada penambahan perlengkapan agar proses evakuasi bisa lebih cepat,” katanya.
Perwira Pengawas (Pawas) Polsek Cisarua Polres Cimahi, AKP Baharudin, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat ini, kendaraan masih berada di dasar jurang dan menunggu proses evakuasi lanjutan.
“Evakuasi akan dilakukan dengan mobil derek, dibantu Damkar dan warga setempat. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini,” ujar Baharudin.
Ia pun mengingatkan pengendara agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur tanjakan ekstrem di Kampung Cibolang yang dikenal rawan kecelakaan.
“Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melintas. Jalur ini cukup berbahaya, terutama bagi kendaraan bermuatan,” katanya.*