SATUMEDIA.ID – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta mengintensifkan pengawasan keamanan pangan di sejumlah pasar tradisional. Pasar Koja Baru, Jakarta Utara, menjadi salah satu lokasi yang disambangi petugas, Selasa (16/12/2025).
Pengawasan tersebut menyasar berbagai produk pangan yang berpotensi mengandung bahan berbahaya, seperti formalin, boraks, metanil yellow, dan rhodamin B. Kegiatan dilakukan melalui kerja sama BBPOM dengan Perumda Pasar Jaya serta Pemerintah Kota Jakarta Utara.
Ketua Tim Informasi dan Komunikasi BBPOM di Jakarta, Evi Citraprianti, mengatakan pengawasan bertujuan melindungi masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan pangan menjelang Nataru.
“Kami ingin memastikan pangan yang beredar di pasar aman dikonsumsi dan tidak mengandung bahan berbahaya,” kata Evi dalam keterangan resmi.
Dalam pengawasan tersebut, petugas melakukan pengujian cepat menggunakan rapid test kit terhadap 23 sampel pangan yang diambil secara acak. Hasilnya, 12 sampel dinyatakan positif mengandung bahan berbahaya.
“Temuan ini menjadi peringatan bahwa pengawasan harus terus diperkuat, baik di tingkat produsen, distributor, maupun pedagang,” ujar Evi.
Ia menambahkan, BBPOM Jakarta telah melakukan intensifikasi pengawasan pangan sejak November dan akan terus berlanjut hingga setelah perayaan Tahun Baru. Pengawasan serupa juga dilakukan di berbagai wilayah lain di Jakarta.
Selain pemeriksaan, BBPOM turut memberikan edukasi kepada pedagang terkait ciri-ciri pangan yang mengandung bahan berbahaya. Misalnya, tahu berformalin yang cenderung sangat kenyal atau kerupuk mengandung boraks yang memiliki rasa getir.
“Pedagang memiliki peran penting karena mereka berada di garda terdepan dalam memastikan pangan yang dijual aman bagi konsumen,” ucap Evi.
Manajer Pasar Koja Baru, Fauzan, mengapresiasi langkah BBPOM yang turun langsung ke pasar. Menurut dia, pengawasan pangan sangat dibutuhkan karena produk olahan sulit dibedakan hanya dengan pengamatan visual.
“Edukasi dan pemeriksaan seperti ini sangat membantu pedagang dan pengelola pasar,” kata Fauzan.
Sebagai tindak lanjut, pengelola pasar berencana mengupayakan pengadaan alat uji cepat secara mandiri agar pemeriksaan awal dapat dilakukan secara berkala.
Sementara itu, salah satu pedagang tahu, Sandy, menilai pengawasan BBPOM memberikan rasa aman, baik bagi pedagang maupun konsumen.
“Dengan adanya pemeriksaan, kami lebih tenang menjual produk karena pembeli juga merasa lebih percaya,” ujar Sandy.*