BNPB Intensifkan Operasi Darurat Banjir–Longsor di Sumut, Korban Tewas Capai 364 Orang

Pembukaan akses jalan di perbatasan Kabupaten Tapanuli Utara–Tapanuli Tengah guna mempercepat distribusi logistik dan mobilisasi bantuan, Rabu (17/12/2025). (BNPB).**

SATUMEDIA.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan operasi penanganan darurat menyusul bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara. Hingga Rabu (17/12/2025), jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 364 orang, setelah ditemukannya empat korban jiwa tambahan di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, selain korban meninggal, sebanyak 75 orang masih dinyatakan hilang. Sementara itu, 20.982 warga terpaksa mengungsi dan bertahan di berbagai pos pengungsian yang tersebar di wilayah terdampak.

“Fokus utama saat ini adalah melanjutkan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di empat sektor prioritas, yakni Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, serta wilayah sekitarnya,” ujar Abdul Muhari dikutip, Jumat (19/12/2025).

Di sisi lain, upaya pemulihan infrastruktur terus digenjot untuk membuka keterisolasian wilayah. Sebanyak 144 unit alat berat dikerahkan guna membersihkan material longsor, membuka akses jalan, serta memperbaiki jembatan yang putus. Satuan Tugas TNI dari Yonzipur saat ini mempercepat pembangunan jembatan bailey dan jembatan compact di sejumlah titik vital.

Beberapa di antaranya adalah Jembatan Desa Garoga di Kabupaten Tapanuli Selatan serta Jembatan Desa Simpang Gudang di Kabupaten Langkat, yang progres pengerjaannya telah mencapai sekitar 60 persen. BNPB menargetkan akses utama dapat kembali tersambung dalam waktu dekat agar distribusi bantuan berjalan lebih lancar.

Meski distribusi logistik melalui jalur udara sempat terkendala cuaca buruk, pemerintah tetap menyalurkan bantuan melalui jalur darat. Sebanyak 10,946 ton logistik telah dikirim menggunakan armada truk menuju posko-posko pengungsian di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, hingga Serdang Bedagai.

Sebagai langkah jangka menengah, BNPB bersama pemerintah daerah mulai merealisasikan pembangunan hunian sementara (huntara). Di Kabupaten Tapanuli Utara, pembangunan 102 unit huntara telah dimulai sejak Sabtu (13/12/2025). Sementara di Tapanuli Selatan, pemerintah daerah menyiapkan lahan relokasi hasil kesepakatan dengan PTPN IV untuk pembangunan 488 unit hunian bagi warga terdampak.

Untuk mendukung kelancaran evakuasi dan perbaikan infrastruktur, BNPB juga terus mengoperasikan pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna menekan intensitas hujan di wilayah Sumatera Utara.

Sementara itu, BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus memperkuat penanganan darurat bencana hidrometeorologi melalui penguatan komando, percepatan pemulihan akses transportasi, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Hingga Selasa (17/12/2025) pukul 15.00 WIB, pembukaan jalan alternatif perbatasan Tapanuli Utara–Tapanuli Tengah telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan rampung dalam tiga hari ke depan.

Untuk wilayah yang masih belum dapat dijangkau kendaraan darat, BNPB mendukung distribusi bantuan melalui dropping udara menggunakan helikopter. Selain itu, guna mengatasi kendala komunikasi di daerah blank spot, BNPB menyalurkan enam unit perangkat komunikasi satelit Starlink. Lima unit telah beroperasi di lokasi terdampak, sementara satu unit digunakan untuk kebutuhan survei dan pemetaan lapangan.

Seluruh titik pengungsian saat ini telah dilengkapi dapur umum, fasilitas mandi-cuci-kakus (MCK), serta layanan logistik yang terkoordinasi melalui Posko Komando di bawah pimpinan Bupati Tapanuli Utara. BNPB juga mendampingi pemerintah daerah dalam menyiapkan tahapan transisi menuju pemulihan, termasuk peninjauan lokasi huntara dan perencanaan awal hunian tetap (huntap).

“Koordinasi lintas kementerian, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan terus diperkuat agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” kata Abdul Muhari.*

Pos terkait