Indosat Gandeng Arsari dan Northstar Bangun Platform Serat Optik Nasional

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama konsorsium yang terdiri dari Arsari Group dan Northstar Group menandatangani perjanjian investasi untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture).(Istimewa).**

SATUMEDIA.ID – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama konsorsium yang terdiri dari Arsari Group dan Northstar Group menandatangani perjanjian investasi untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture) guna membangun platform serat optik digital terkemuka di Indonesia, yang diberi nama FiberCo.

Kemitraan strategis ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat tulang punggung digital nasional, seiring ekosistem digital Indonesia yang tengah memasuki fase pertumbuhan krusial. Melalui kolaborasi ini, para pihak menegaskan komitmen bersama untuk memperluas konektivitas nasional, menghadirkan layanan digital berstandar global, serta mendorong transformasi digital Indonesia secara berkelanjutan.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan bahwa kolaborasi ini dilandasi visi jangka panjang yang sejalan dalam membangun infrastruktur digital nasional.

“Memberdayakan Indonesia membutuhkan kolaborasi yang kuat serta ambisi jangka panjang. Melalui pendekatan agile dan asset-light, kemitraan dengan Arsari Group dan Northstar Group memungkinkan kami membangun platform serat optik independen yang tangguh dan siap menjawab kebutuhan layanan digital masa depan,” ujar Vikram dalam keterangan resminya dikutip, Kamis (25/12/2025).

Menurut Vikram, pembentukan FiberCo juga mendukung transformasi Indosat menuju perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI), sekaligus berkontribusi bagi kemajuan industri telekomunikasi nasional. “FiberCo akan berperan sebagai pemain infrastruktur AI yang berbeda dan menjadi katalis bagi Indonesia sebagai bangsa digital,” katanya.

Dari sisi nasional, kehadiran FiberCo diharapkan memperkuat kualitas layanan telekomunikasi dan ketersediaan jaringan serat optik di dalam negeri. Platform ini dirancang untuk memperluas jangkauan jaringan, memperkuat kepemilikan infrastruktur strategis nasional, serta menopang pertumbuhan ekonomi berbasis AI yang sejalan dengan visi Indonesia Emas.

Bagi Indosat, transaksi ini memiliki nilai strategis signifikan. Perusahaan akan mengalihkan aset serat optiknya ke FiberCo dengan valuasi sekitar Rp14,6 triliun, sekaligus mempertahankan kepemilikan sekitar 45 persen. Dana hasil transaksi akan digunakan untuk mempercepat pengembangan jaringan 5G serta memperkuat fondasi AI Indosat.

“Langkah ini menegaskan fokus Indosat pada bisnis inti sebagai operator telekomunikasi, dengan orientasi pada peningkatan pengalaman pelanggan dan pengembangan solusi digital yang lebih luas,” jelas Vikram.

Sementara itu, Deputy CEO and COO Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaannya dalam mendukung pembangunan nasional melalui infrastruktur digital.

“Infrastruktur digital akan menjadi tulang punggung fisik pertumbuhan Indonesia berikutnya. Konektivitas kini sama fundamentalnya dengan energi dan logistik bagi ketahanan ekonomi,” ujar Aryo. Ia menambahkan, kemitraan ini juga menandai perluasan portofolio Arsari Group ke sektor infrastruktur digital yang dinilai strategis.

Lebih lanjut, kolaborasi ini mencerminkan peran aktif sektor swasta dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya dalam menjembatani kesenjangan konektivitas antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Kehadiran FiberCo diharapkan dapat melengkapi upaya pemerintah dalam mempercepat pemerataan digital yang inklusif hingga ke daerah pelosok.

Secara operasional, FiberCo akan mengelola jaringan serat optik terintegrasi sepanjang lebih dari 86.000 kilometer, mencakup jaringan backbone, kabel laut domestik, serta akses infrastruktur yang menghubungkan menara telekomunikasi dan kawasan bisnis. Sekitar 45 persen jaringan berada di Pulau Jawa, sementara 55 persen tersebar di luar Jawa, menjadikannya berperan strategis dalam pemerataan konektivitas nasional.

Sebagai entitas independen, FiberCo akan beroperasi dengan model open-access, menyediakan akses terbuka bagi berbagai penyedia layanan telekomunikasi guna memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur dan mempercepat inklusi digital di seluruh Indonesia.*