SATUMEDIA.ID -PT Jasa Raharja memastikan seluruh korban kecelakaan kapal wisata yang tenggelam di Perairan Selat Padar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapatkan perlindungan dasar sesuai ketentuan perundang-undangan.
Kecelakaan transportasi laut tersebut terjadi pada Jumat (26/12/2025) sekitar pukul 21.00 WITA. Kapal wisata Putri Sakinah dilaporkan tenggelam saat berlayar dari Pulau Padar menuju Labuan Bajo.
Sebagai wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, Danantara–Jasa Raharja menjamin seluruh korban kecelakaan ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang.
Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan proses pendataan korban berjalan cepat, akurat, dan tepat sasaran.
“Jasa Raharja memastikan seluruh korban kecelakaan kapal wisata di Perairan Selat Padar mendapatkan perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku. Negara hadir melalui Jasa Raharja untuk memberikan perlindungan dasar bagi para korban kecelakaan angkutan umum,” ujar Dewi dalam keterangan resminya yang dikutip, Kamis (1/1/2026).
Dewi juga menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut. Ia berharap seluruh korban yang hingga kini masih dalam proses pencarian dapat segera ditemukan.
“Kami turut berduka atas musibah ini dan berharap seluruh korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Kami juga mengimbau seluruh pihak, khususnya pemilik dan pengguna moda transportasi air, agar selalu mematuhi peraturan pelayaran serta mengikuti imbauan pemerintah,” kata dia.
Kapal wisata tersebut mengangkut 11 orang. Lima di antaranya merupakan warga negara Indonesia (WNI), terdiri dari kapten kapal, pemandu wisata, dan anak buah kapal (ABK).
Sementara itu, enam penumpang lainnya merupakan warga negara Spanyol, yakni Fernando Martin Carreras bersama istri dan empat anaknya. Fernando diketahui merupakan pelatih Tim B Putri klub Liga Spanyol, Valencia.
Dalam peristiwa tersebut, istri Fernando dan satu anaknya berhasil selamat. Namun, Fernando dan tiga anaknya lainnya dinyatakan hilang.
Proses pencarian korban terus dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo, Basarnas, Lanal Labuan Bajo, Polres Manggarai Barat, Kodim Manggarai Barat, Mabes Polair, Polair Polda NTT, operator kapal phinisi, serta unsur terkait lainnya. Seluruh sumber daya dikerahkan untuk mempercepat upaya pencarian.
Melalui langkah responsif dan koordinasi lintas sektor tersebut, Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta memastikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan transportasi sebagai bagian dari tanggung jawab negara kepada masyarakat.*