SATUMEDIA.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiaga menghadapi potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan terjadi hingga 7 Januari 2026. Sejumlah langkah antisipatif dilakukan, mulai dari pembangunan tanggul darurat hingga penyiagaan pompa air dan personel di wilayah pesisir utara Jakarta.
Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengerahkan seluruh sumber daya guna menekan dampak limpasan air laut ke daratan. Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, memastikan infrastruktur pengendali banjir rob dalam kondisi siap operasi.
“Dinas SDA menyiagakan pompa stationer, pompa mobile, pintu air, serta Pasukan Biru yang siap bergerak cepat di lapangan,” kata Ika dikutip dari laman Pemprov DKI Jakarta, Selasa (6/1/2025).
Sejumlah rumah pompa dan pintu air yang disiagakan antara lain Pintu Air Marina, Rumah Pompa Waduk Pluit, Pompa Kali Asin, Pompa Ancol, Pompa Junction PIK, Pompa Muara Angke, Pompa Pasar Ikan, hingga Pompa Tanjungan.
Selain itu, Pemprov DKI juga membangun tanggul darurat sebagai solusi jangka pendek sembari menunggu penyelesaian proyek tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Tanggul darurat tersebut dibangun di sejumlah titik rawan, seperti Muara Angke, Muara Baru, Sunda Kelapa, Jalan R.E. Martadinata di depan Jakarta International Stadium (JIS), serta Marunda Pulo.
“Kami berharap langkah ini efektif menahan limpasan air laut agar aktivitas masyarakat pesisir tetap berjalan aman,” ujar Ika.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan kewaspadaan banjir rob hingga 7 Januari 2026. Peringatan tersebut didasarkan pada informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok terkait fenomena pasang maksimum air laut.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan pasang maksimum dipicu oleh fase bulan purnama yang bertepatan dengan perigee atau supermoon, sehingga berpotensi meningkatkan tinggi muka air laut secara signifikan.
“Puncak pasang diperkirakan terjadi pada pukul 06.00 hingga 12.00 WIB. Masyarakat pesisir perlu meningkatkan kewaspadaan,” kata Isnawa.
Berdasarkan peringatan dini BMKG, terdapat tujuh wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob, yakni Tanjungan, Muara Angke, Muara Baru, Marunda, Pasar Ikan (Sunda Kelapa), Tanjung Priok dan Kalibaru, serta Ancol, termasuk kawasan sekitar JIS.
Pemprov DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan. Informasi terkini dapat dipantau melalui laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, aplikasi JAKI, atau menghubungi layanan darurat 112 apabila terjadi keadaan mendesak.*
