SATUMEDIA.ID – Pohon trembesi setinggi sekitar 20 meter tumbang di kawasan Kota Baru Parahyangan (KBP), Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akibat hujan deras disertai angin kencang pada Jumat (23/1/2026).
Insiden ini terjadi di dua lokasi berbeda dan mengakibatkan kerusakan kendaraan serta dua pengendara motor mengalami luka berat.
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di halaman depan Bank BCA KBP. Pohon trembesi yang tumbang menimpa dua mobil yang tengah terparkir.
Mobil Toyota Avanza putih milik Edi Junaedi (40), warga Soreang, mengalami kerusakan ringan pada bagian atap. Sementara itu, mobil Taft GT hijau milik Asep (60), warga Ciburuy, rusak pada bagian kap depan.
Kepala Pelaksana BPBD KBB, Asep Sehabudin, mengatakan pohon tumbang secara tiba-tiba akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
“Pohon trembesi tumbang karena hembusan angin kencang dan curah hujan yang tinggi. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian pertama ini,” ujar Asep saat dikonfirmasi.
Kedua pemilik kendaraan telah melaporkan kejadian tersebut, sementara tim pengelola Kota Baru Parahyangan langsung melakukan pembersihan material pohon tumbang di lokasi.
Namun, beberapa jam berselang, peristiwa serupa kembali terjadi di depan Rumah Sakit Cahya Kawaluyan (RSCK), sekitar pukul 16.00 WIB. Sebatang pohon trembesi yang berada di trotoar jalan tumbang ke badan jalan dan menimpa dua pengendara sepeda motor yang sedang melintas.
“Benar, ada dua korban pengendara motor yang mengalami luka berat dan sudah dievakuasi ke UGD RSCK,” kata Asep.
Kedua korban diketahui berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi D 5301 AFB. Kendaraan korban mengalami kerusakan parah akibat tertimpa pohon berukuran besar.
Menurut Asep, total terdapat dua kejadian pohon tumbang di kawasan Kota Baru Parahyangan pada hari yang sama, masing-masing di depan Bank BCA dan RS Cahya Kawaluyan.
BPBD KBB, kata dia, telah mengerahkan tim ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat, pendataan kerugian, serta berkoordinasi dengan Dinas Pertamanan dalam proses pembersihan.
“Kami juga sedang melakukan pemetaan dan identifikasi pohon-pohon besar yang berpotensi membahayakan, terutama yang berada di dekat permukiman dan fasilitas publik,” ujarnya.
Asep mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi serta segera melaporkan pohon yang terlihat rawan tumbang.
“Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Komunikasi masyarakat dengan pihak berwenang sangat penting untuk mencegah kejadian serupa,” pungkasnya.*





