SATUMEDIA.ID – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menghadirkan kebijakan baru yang lebih fleksibel bagi penumpang Kereta Cepat Whoosh. Penumpang yang tertinggal kereta kini tidak perlu khawatir, karena tiket perjalanan masih dapat dijadwalkan ulang hingga 15 menit setelah waktu keberangkatan.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menjelaskan bahwa kebijakan ini menjadi bagian dari peningkatan kualitas layanan sekaligus respons terhadap kebutuhan penumpang yang kerap menghadapi kendala perjalanan menuju stasiun.
Menurut Eva, berbagai faktor seperti kemacetan lalu lintas, kondisi cuaca, maupun situasi tak terduga lainnya sering menjadi penyebab penumpang terlambat. Oleh karena itu, KCIC memberikan ruang fleksibilitas agar tiket tidak langsung hangus.
“Kami ingin memastikan penumpang tetap memiliki kesempatan melanjutkan perjalanan tanpa harus kehilangan tiket yang sudah dibeli,” ujar Eva dalam keterangan tertulis, Selasa (10/2/2026).
Reschedule tiket dapat dilakukan secara offline melalui loket stasiun dengan batas maksimal 15 menit setelah jadwal keberangkatan. KCIC mengingatkan penumpang untuk segera menuju loket dan memperhitungkan antrean agar proses perubahan jadwal dapat selesai tepat waktu.
Untuk perubahan jadwal pada hari yang sama, penumpang tidak dikenakan potongan biaya. Jika memilih jadwal dengan tarif lebih tinggi, penumpang perlu membeli tiket baru dan biaya tiket lama akan dikembalikan.
Sementara itu, perubahan ke jadwal dengan tarif yang sama atau lebih rendah tidak dikenakan biaya tambahan, namun selisih harga tiket tidak dapat diklaim kembali.
Meski demikian, KCIC tetap mengimbau penumpang datang lebih awal ke stasiun guna menghindari risiko tertinggal kereta.
“Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen kami menghadirkan layanan transportasi cepat yang semakin adaptif dan berorientasi pada kenyamanan penumpang,” kata Eva.*




