SATUMEDIA ID – Ratusan ton sampah plastik dan rumah tangga menutup perairan Sungai Citarum di wilayah Kecamatan Cihampelas hingga Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Berdasarkan pantauan, kondisi ini sering terjadi manakala turun hujan di daerah hulu.
Diperkiraan sampah-sampah tersebut berasal dari wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi yang terbawa arus sungai.
Tumpukan sampah yang memenuhi Sungai Citarum di wilayah KBB mengundang keprihatinan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin. Ia langsung meninjau langsung penanganan sampah yang melibatkan unsur TNI, BBWS Citarum, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar, dan DLH KBB, serta lembaga masyarakat Bening Citarum.
Bey menyebut, sampah yang menutup Sungai Citarum akibat dari kebiasaan buruk masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Salah satunya membuang sampah ke aliran sungai.
“Kami mohon masyarakat jangan buang sampah sembarangan, buang pada tempatnya. Salah satu kebiasaan buruk dengan membuang sampah ke sungai. Ya jadinya seperti ini, ketika aliran air di hulu lancar bisa mengalirkan sampah ke hilir. Di hilir terjadi sedimentasi sehingga sampah tertahan,” kata Bey.
Ia menyebut untuk mengangkat sampah di sungai butuh waktu sekitar seminggu. Pasalnya, volume sampah yang menutup sungai sangat banyak. Pantauan di lapangan sebuah alat berat digunakan untuk mengeruk sampah yang tenggelam di dasar sungai.
“Banyak sekali sampahnya, mungkin butuh waktu seminggu untuk membersihkannya. Sampah-sampah ini berasal dari daerah Cekungan Bandung yang akhirnya bermuara di sini,’ ujarnya.
Ia menjelaskan, sebetulnya Jakstrada (Kebijakan Strategi Daerah) tentang persampahan tahun 2025 harus mengurangi sampah 30 persen dari hulu. Jadi rumah tangga harus ikut mengurangi terutama sampah jenis organik.
“Itu sudah komitmen semua, jadi harusnya semua kepala daerah kembali mengingatkan seluruh warganya untuk mengurangi sampah. Kalau masyarakat sudah membuang pada tempatnya tak akan terjadi seperti ini,” tuturnya.
Menurutnya, masalah sampah ini menjadi persoalan bersama, bukan hanya pemerintah maupun TNI. Oleh karenanya, swasta dan masyarakat secara lebih luas harus disiplin buang sampah pada tempatnya.
“Tidak bisa melulu menyalahkan pemerintah, karena sampah ini bukan dari pemerintah tapi justru dari masyarakat yang tidak disiplin membuang sampah pada tempatnya,” sebutnya.
Di tempat yang sama, Founder Bening Saguling Foundation, Indra Darmawan mengatakan, pihaknya mengerahkan 20 perahu dan 40 orang untuk membersihkan sampah di Sungai Citarum wilayah Kecamatan Cihampelas.
“Kalau dengan jumlah orang dan perahu yang dilibatkan, mungkin butuh waktu lebih dari seminggu untuk membersihkan sampah dari Sungai Citarum ini. Tapi kalau jumlah petugas dan perahunya ditambah, pembersihan bisa beres lebih cepat,” kata Indra.
Ia memperkirakan sampah yang menutup aliran Sungai Citarum mulai dari Jembatan BBS sampai Jembalas bisa mencapai 270 ton.
“Persoalan sampah di sini, akibat sampah-sampah dari kabupaten/kota di wilayah Cekungan Bandung dibuang ke sungai. Untuk mencegahnya dari mulai daerah hulu dilakukan penanganan atau pengelolaan sampah secara baik, tidak boleh dibuang ke Sungai Citarum maupun anak-anak sungainya,” tukasnya.*





