Rekor Baru! Penumpang Whoosh Lampaui Lebaran 2025

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat lonjakan penumpang kereta cepat Whoosh yang diprediksi menjadi puncak selama periode Angkutan Lebaran tahun ini.(Dok.KCIC).**

SATUMEDIA.ID – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat lonjakan signifikan volume penumpang kereta cepat Whoosh pada masa arus balik Lebaran 2026. Pada 24 Maret 2026, jumlah penumpang mencapai 24.315 orang dalam sehari, menjadi puncak sementara sekaligus melampaui rekor Angkutan Lebaran 2025 yang berada di angka 23.462 penumpang per hari.

Tingginya minat masyarakat tercermin dari okupansi perjalanan yang nyaris penuh, terutama untuk rute Bandung menuju Jakarta. Seluruh tiket keberangkatan dari Stasiun Padalarang sejak pukul 13.23 WIB hingga perjalanan terakhir pukul 21.23 WIB dilaporkan habis terjual.

Secara keseluruhan, arus penumpang didominasi perjalanan menuju Jakarta. Dalam satu hari, lebih dari 14 ribu penumpang tercatat berangkat dari Stasiun Padalarang dan Tegalluar Summarecon menuju Stasiun Halim.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan tingginya volume penumpang menunjukkan peran Whoosh sebagai moda transportasi andalan selama arus balik Lebaran.

“Kami melihat adanya pergerakan signifikan masyarakat yang kembali ke Jakarta setelah libur Lebaran. Whoosh menjadi pilihan karena kecepatan serta kenyamanannya,” ujar Eva.

Berdasarkan data keberangkatan, Stasiun Padalarang menjadi penyumbang volume tertinggi dengan sekitar 11 ribu penumpang, disusul Stasiun Halim sekitar 8 ribu penumpang, Tegalluar Summarecon 4 ribu penumpang, dan Karawang sekitar 800 penumpang.

KCIC juga mencatat tren penumpang masih tinggi pada 25 Maret 2026. Hingga siang hari, penjualan tiket telah mencapai sekitar 18 ribu dan diproyeksikan menembus lebih dari 20 ribu penumpang hingga akhir hari.

Secara kumulatif, selama periode Angkutan Lebaran 13–30 Maret 2026, jumlah tiket Whoosh yang terjual telah mencapai 237 ribu tiket.

Untuk mengantisipasi kepadatan, KCIC mengimbau calon penumpang dari wilayah Bandung memanfaatkan layanan KA Feeder menuju Stasiun Padalarang. Langkah ini dinilai efektif untuk menghindari kemacetan di jalan tol sekaligus memastikan ketepatan waktu perjalanan.

Selain itu, penumpang diminta hadir lebih awal di stasiun, minimal 30 menit sebelum keberangkatan. Proses boarding akan ditutup lima menit sebelum jadwal keberangkatan guna menjaga keselamatan dan kelancaran operasional.

“Kami mengimbau penumpang merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk datang lebih awal dan memanfaatkan KA Feeder dari Bandung maupun Cimahi agar perjalanan lebih lancar karena jadwalnya sudah terintegrasi,” kata Eva.*

Pos terkait